Keuangan.id – 17 Mei 2026 | Hari Buruh Internasional atau May Day diperingati setiap tanggal 1 Mei. Tanggal ini merupakan hari libur nasional di banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, tahukah Anda bahwa sejarah dan makna di balik hari ini cukup kompleks dan sarat dengan perjuangan kelas pekerja?
Hari Buruh Internasional memiliki akar sejarah yang panjang dan beragam. Pada abad ke-19, kondisi kerja di industri manufaktur sangat buruk. Pekerja harus bekerja dalam kondisi yang tidak sehat, dengan jam kerja yang panjang dan upah yang rendah. Hal ini memicu protes dan aksi mogok kerja di berbagai negara.
Sejarah Hari Buruh Internasional
Pada tahun 1886, serangkaian demonstrasi dan aksi mogok kerja terjadi di Amerika Serikat, memprotes kondisi kerja yang buruk dan menuntut jam kerja 8 jam sehari. Peristiwa ini dikenal sebagai Haymarket Affair, yang berakhir dengan kekerasan dan penangkapan banyak pekerja.
Pada tahun 1889, Kongres Sosialis Internasional (ISCI) di Paris memutuskan untuk mengadakan demonstrasi internasional pada tanggal 1 Mei 1890, untuk memperingati peristiwa Haymarket Affair dan menuntut hak-hak pekerja. Sejak itu, tanggal 1 Mei menjadi hari libur nasional di banyak negara, termasuk Indonesia.
Makna Hari Buruh Internasional
Hari Buruh Internasional bukan hanya sebuah hari libur, tetapi juga merupakan simbol perjuangan kelas pekerja untuk mendapatkan hak-hak dan kondisi kerja yang lebih baik. Hari ini juga merupakan kesempatan untuk mengenang perjuangan pekerja di masa lalu dan untuk terus memperjuangkan hak-hak pekerja di masa kini.
Di Indonesia, Hari Buruh Internasional juga diperingati sebagai hari untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hak-hak pekerja dan kondisi kerja yang baik. Banyak demonstrasi dan aksi mogok kerja yang dilakukan oleh serikat pekerja dan organisasi buruh untuk menuntut hak-hak pekerja dan meningkatkan kondisi kerja.
Kesimpulan
Hari Buruh Internasional merupakan hari yang sangat penting untuk diperhatikan. Dengan memahami sejarah dan makna di balik hari ini, kita dapat lebih menghargai perjuangan kelas pekerja dan terus memperjuangkan hak-hak pekerja di masa kini.









