Keuangan.id – 01 Mei 2026 | JMA Syariah, salah satu manajer investasi berbasis prinsip syariah di Indonesia, melaporkan bahwa hasil investasi pada bulan Februari 2026 mencapai Rp 1,1 miliar, menunjukkan kenaikan hampir 30% dibandingkan periode sebelumnya.
Lonjakan ini dipicu oleh penerapan strategi baru yang menekankan diversifikasi portofolio ke sektor-sektor yang tengah mengalami pertumbuhan kuat, serta peningkatan alokasi pada instrumen keuangan syariah yang likuid.
Rincian Kinerja
| Bulan | Hasil Investasi (Rp Miliar) | Pertumbuhan |
|---|---|---|
| Januari 2026 | 0,85 | – |
| Februari 2026 | 1,10 | ~30% |
Strategi diversifikasi ini mencakup penambahan eksposur pada sukuk korporasi, reksa dana pasar uang syariah, serta saham-saham perusahaan yang terdaftar dalam indeks syariah.
Dengan hasil investasi yang meningkat signifikan, JMA Syariah berharap dapat memperkuat posisi kompetitifnya di pasar modal syariah dan menarik lebih banyak investor yang mengutamakan kepatuhan syariah.
Para analis menilai bahwa tren positif ini dapat berlanjut jika manajemen terus menyesuaikan alokasi aset sesuai dengan dinamika ekonomi dan regulasi yang mendukung pertumbuhan industri keuangan syariah.











