Keuangan.id – 16 April 2026 | Init-6 Ventures, sebuah perusahaan modal ventura yang berfokus pada pendanaan startup teknologi di Indonesia, mengungkapkan bahwa ketidakpastian ekonomi global dan domestik menjadi faktor utama yang dapat menghambat aliran dana ventura pada tahun ini.
Beberapa implikasi yang diidentifikasi oleh Init-6 Ventures meliputi:
- Penurunan laju investasi tahap awal (seed) dan tahap pertumbuhan (Series A‑B) karena investor lebih berhati‑hati dalam menyalurkan dana.
- Peningkatan persyaratan due‑diligence, dengan fokus yang lebih kuat pada profitabilitas dan model bisnis yang dapat bertahan dalam kondisi makroekonomi yang menantang.
- Perubahan strategi alokasi modal, dimana firma ventura lebih memilih portofolio yang terdiversifikasi dan berpotensi menghasilkan cash‑flow positif dalam jangka pendek.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Init-6 Ventures merencanakan beberapa langkah taktis, antara lain:
- Mengoptimalkan jaringan mitra korporasi untuk mendapatkan co‑investment yang dapat mengurangi beban risiko.
- Meningkatkan dukungan non‑finansial, seperti pendampingan strategis, akses pasar, dan program akselerator, guna meningkatkan nilai tambah bagi startup.
- Menjalin dialog intensif dengan regulator dan lembaga keuangan untuk menciptakan kebijakan yang lebih mendukung ekosistem venture capital.
Meski kondisi ekonomi diperkirakan tetap volatil, para pelaku industri menilai bahwa inovasi teknologi—terutama di bidang fintech, healthtech, dan agritech—masih memiliki potensi pertumbuhan yang kuat. Init-6 Ventures menekankan pentingnya seleksi yang cermat serta pemantauan ketat terhadap indikator ekonomi makro sebagai bagian dari manajemen risiko yang berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang lebih hati‑hati namun tetap proaktif, firma ventura ini berharap dapat mempertahankan aliran pendanaan yang stabil bagi perusahaan rintisan yang memiliki prospek jangka panjang, sekaligus melindungi kepentingan para limited partner (LP) di tengah ketidakpastian.











