Indeks KOSPI Terobos Rekor 6.600 Poin, Valuasi Pasar Korea Capai Rp70.704 Triliun

Indeks KOSPI Terobos Rekor 6.600 Poin, Valuasi Pasar Korea Capai Rp70.704 Triliun
Indeks KOSPI Terobos Rekor 6.600 Poin, Valuasi Pasar Korea Capai Rp70.704 Triliun

Keuangan.id – 29 April 2026 | Pasar saham Korea Selatan mencatat sejarah baru pada perdagangan Selasa, 28 April 2026. Indeks KOSPI dibuka lebih tinggi, melesat ke level 6.646,80 poin dan menembus zona psikologis 6.600 poin untuk pertama kalinya. Kenaikan ini mendorong total valuasi pasar domestik melewati batas Rp70,704 triliun, setara dengan sekitar US$4,1 triliun.

Rekor Intraday dan Nilai Kapitalisasi

Data Korea Exchange menunjukkan kapitalisasi gabungan bursa mencapai 6.031,97 triliun won. Dari total tersebut, kontribusi terbesar berasal dari indeks KOSPI sebesar 5.354,36 triliun won, diikuti oleh indeks KOSDAQ dengan 673,97 triliun won dan indeks KONEX sebesar 3,64 triliun won. Pada pukul 10.35 waktu setempat, saham Samsung Electronics naik 1,25 persen ke 222.250 won, sedangkan saham SK Hynix melesat 5,32 persen ke 1.287.000 won, mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) untuk kedua perusahaan.

Faktor Penggerak Kuat

Sentimen positif pada sektor teknologi, khususnya semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI), menjadi motor utama penguatan pasar. Permintaan global terhadap chip AI terus meningkat, menambah optimism investor terhadap perusahaan Korea yang memimpin inovasi ini. Selain itu, kebijakan moneter Bank of Korea yang tetap mendukung likuiditas serta prospek pertumbuhan ekonomi domestik turut menambah kepercayaan pasar.

Pergerakan Saham Besar

  • Samsung Electronics: +1,25% menjadi 222.250 won.
  • SK Hynix: +5,32% menjadi 1.287.000 won (ATH).
  • LG Chem: naik 0,9% setelah mengumumkan rencana investasi besar di bahan baku baterai.
  • Hyundai Motor: +0,7% seiring peluncuran model listrik terbaru.

Konteks Regional

Penguatan KOSPI berbanding lurus dengan tren positif di pasar Asia lainnya. Indeks saham Taiwan menguat 1,73 persen, sementara Nikkei 225 Jepang naik 1,18 persen, dipicu oleh lonjakan sektor teknologi. Di Indonesia, IHSG dibuka menguat 0,31 persen pada level 7.128 poin. Namun, pasar Hong Kong (Hang Seng) dan Singapura (Straits Times Index) masing-masing melemah 0,25 persen dan 0,57 persen, mencerminkan variasi sentimen di kawasan.

Prospek Kedepan

Analisis pasar memperkirakan bahwa KOSPI dapat terus melanjutkan tren naik jika data ekonomi Korea tetap solid dan sektor AI serta semikonduktor tidak mengalami gangguan pasokan. Namun, risiko eksternal seperti ketegangan geopolitik di Laut China Selatan dan kebijakan suku bunga global tetap menjadi faktor yang dapat menahan laju kenaikan.

Secara keseluruhan, rekor baru yang dicapai indeks KOSPI menegaskan posisi Korea Selatan sebagai pusat inovasi teknologi di Asia. Investor domestik dan internasional tampaknya semakin yakin bahwa pasar Korea mampu menyediakan peluang pertumbuhan jangka panjang, terutama melalui perusahaan-perusahaan yang memimpin dalam bidang semikonduktor, AI, dan mobilitas listrik.

Exit mobile version