Keuangan.id – 28 April 2026 | Pemerintah Indonesia mengumumkan penurunan tarif LPG menjadi 0 persen dan membuka keran impor hingga 83 persen. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan harga plastik yang mengancam kestabilan biaya produksi di sektor industri.
Faktor Penyebab Lonjakan Harga Plastik
Kenaikan harga minyak dunia, fluktuasi nilai tukar, serta gangguan pada rantai pasok bahan baku utama menyebabkan biaya produksi plastik melonjak. Selain itu, permintaan domestik yang terus meningkat menambah tekanan pada pasokan.
Dampak Kebijakan Impor Terhadap Industri Plastik
Dengan tarif LPG nol persen, produsen plastik dapat memperoleh bahan bakar dengan biaya lebih rendah, sehingga potensi penurunan harga jual produk akhir meningkat. Namun, tingginya persentase impor juga menimbulkan tantangan bagi produsen lokal yang bersaing dengan produk impor.
- Penurunan biaya energi bagi pabrik plastik.
- Stabilisasi harga plastik di pasar domestik.
- Risiko ketergantungan pada pasokan impor.
Proyeksi Harga Plastik Kedepan
Para analis memperkirakan bahwa kebijakan ini dapat menahan laju kenaikan harga plastik dalam jangka pendek, namun faktor eksternal seperti harga minyak global tetap menjadi variabel penting. Pengawasan ketat terhadap volume impor dan dukungan kebijakan produksi dalam negeri diharapkan dapat menjaga keseimbangan pasar.
