Keuangan.id – 04 April 2026 | International Energy Agency (IEA) mengeluarkan peringatan serius bahwa krisis energi global semakin mengkhawatirkan pada bulan April, dengan kehilangan pasokan minyak yang meningkat dua kali lipat dibandingkan bulan Maret. Lonjakan ini berpotensi memicu tekanan inflasi serta memperlambat pertumbuhan ekonomi di banyak negara.
Berikut rangkuman temuan utama IEA:
- Kehilangan minyak pada April mencapai 2,5 juta barel per hari, dibandingkan 1,2 juta barel per hari pada Maret.
- Kenaikan harga energi diperkirakan akan menambah beban inflasi sekitar 0,4‑0,6 poin persentase di wilayah utama.
- Negara‑negara yang sangat bergantung pada impor energi diprediksi akan mengalami tekanan neraca perdagangan yang signifikan.
- Penurunan pasokan energi dapat menghambat investasi sektor manufaktur dan layanan, berpotensi menurunkan pertumbuhan PDB global hingga 0,3‑0,5%.
Data perbandingan kehilangan minyak:
| Bulan | Kehilangan Minyak (juta barel/hari) |
|---|---|
| Maret | 1,2 |
| April | 2,5 |
IEA menekankan perlunya koordinasi kebijakan energi internasional, termasuk diversifikasi sumber energi, peningkatan efisiensi, serta percepatan transisi ke energi terbarukan. Tanpa tindakan bersama, risiko inflasi yang meluas dan perlambatan ekonomi dapat menjadi kenyataan yang lebih mendalam di tahun mendatang.











