Keuangan.id – 10 April 2026 | Bank Tabungan Negara (BTN) melaporkan bahwa hingga akhir Maret 2026, bank tersebut telah menyalurkan kredit untuk program perumahan senilai total Rp 2,17 triliun kepada 3.291 debitur.
Angka ini mencerminkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, seiring dengan upaya pemerintah mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah melalui skema subsidi dan program KPR bersubsidi.
Rincian Realisasi Kredit
| Item | Nilai |
|---|---|
| Total Kredit Disalurkan | Rp 2,17 triliun |
| Jumlah Debitur | 3.291 orang |
| Rata‑rata Kredit per Debitur | Rp 660,5 milyar |
Rata‑rata kredit per debitur dihitung dengan membagi total kredit dengan jumlah debitur, menunjukkan bahwa rata‑rata kredit yang diberikan berada pada kisaran yang cukup besar, mengindikasikan bahwa program ini menargetkan rumah dengan nilai menengah ke atas.
Dampak Terhadap Sektor Perumahan
Dengan pencairan dana sebesar itu, BTN berperan penting dalam menstimulasi permintaan bahan bangunan, meningkatkan aktivitas kontraktor, serta memberikan kesempatan kepemilikan rumah bagi ribuan keluarga. Hal ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kekurangan rumah di Indonesia yang diperkirakan masih mencapai lebih dari 15 juta unit.
Selain itu, peningkatan penyaluran kredit perumahan juga membantu menguatkan neraca bank dengan menambah aset produktif, sekaligus memperkuat posisi BTN sebagai lembaga keuangan utama dalam mendukung program perumahan nasional.
Ke depannya, BTN menargetkan untuk terus meningkatkan penyaluran kredit, terutama dengan mengoptimalkan teknologi digital dalam proses aplikasi KPR, sehingga prosesnya menjadi lebih cepat dan terjangkau bagi calon pembeli rumah.











