Keuangan.id – 21 Mei 2026 | Gempa bumi kuat dengan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah barat daya Jepang, tepatnya di Kepulauan Amami, Prefektur Kagoshima, pada hari Rabu (20/5). Gempa ini tidak menyebabkan tsunami, namun menyebabkan beberapa kerusakan dan kekhawatiran di kalangan penduduk setempat.
Menurut Japan Meteorological Agency, pusat gempa berada di bawah laut sekitar 50 kilometer dari pantai utama Prefektur Okinawa. Gempa ini memiliki intensitas seismik upper 5, yakni tingkat keempat tertinggi dalam skala intensitas seismik Jepang.
Kerusakan dan Dampak
Gempa ini menyebabkan beberapa kerusakan di wilayah yang terkena, terutama di pulau Yoron dan Okinoerabu. Di Yoron, sekitar 20 panel langit-langit jatuh di sebuah gimnasium, sementara di Okinoerabu, sepotong langit-langit jatuh di sebuah sekolah menengah.
Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, gempa ini menyebabkan kekhawatiran di kalangan penduduk setempat. Beberapa orang dilaporkan mengalami cedera ringan, namun tidak ada laporan kerusakan parah pada bangunan atau infrastruktur.
Respons dan Upaya Bantuan
Pemerintah Jepang dan badan penanggulangan bencana setempat segera merespons gempa ini dengan mengirimkan tim bantuan dan melakukan penilaian kerusakan. Mereka juga memperingatkan penduduk setempat untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang.
Gempa ini merupakan peringatan bagi penduduk Jepang tentang pentingnya kesiapan dan mitigasi bencana. Jepang merupakan negara yang rawan gempa bumi dan tsunami, sehingga penting bagi penduduk untuk selalu siap dan waspada.
Upaya bantuan dan pemulihan telah dimulai, namun masih dibutuhkan waktu dan upaya untuk memulihkan wilayah yang terkena gempa. Penduduk setempat dan pemerintah Jepang bekerja sama untuk membangun kembali dan memulihkan wilayah yang terkena gempa.
