Keuangan.id – 09 Mei 2026 | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti pertumbuhan ekonomi 5,61 persen yang masih diwarnai oleh beberapa tantangan, seperti peningkatan PHK, lemahnya daya beli, dan tekanan terhadap industri nasional.
Pertumbuhan ekonomi yang dicapai pada kuartal terakhir tahun ini sebenarnya merupakan hasil dari beberapa faktor, termasuk investasi, konsumsi, dan ekspor.
Namun, DPR juga menyadari bahwa pertumbuhan ini tidak dapat dilepaskan dari beberapa tantangan yang masih dihadapi oleh perekonomian nasional, seperti peningkatan PHK, lemahnya daya beli masyarakat, dan tekanan terhadap industri nasional.
PHK merupakan salah satu isu yang masih menjadi perhatian DPR, karena dapat mempengaruhi kondisi ekonomi dan keuangan masyarakat.
Dalam hal ini, DPR mengharapkan pemerintah untuk dapat meningkatkan kinerja ekonomi dan mengurangi dampak PHK.
Juga, DPR menekankan pentingnya meningkatkan daya beli masyarakat, karena dapat membantu meningkatkan konsumsi dan menggalang kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi.











