Kehilangan Rp 28 Triliun dalam Semalam, Nasib Prajogo Pangestu yang Semakin Terancam

Kehilangan Rp 28 Triliun dalam Semalam, Nasib Prajogo Pangestu yang Semakin Terancam
Kehilangan Rp 28 Triliun dalam Semalam, Nasib Prajogo Pangestu yang Semakin Terancam

Keuangan.id – 19 Mei 2026 | Belum lama ini, dunia keuangan Indonesia dikejutkan dengan berita kehilangan uang sebesar Rp 28 triliun milik konglomerat asal Kalimantan Barat dalam semalam. Prajogo Pangestu, nama yang sudah tidak asing lagi di kalangan orang terkaya di Indonesia, kini harus menghadapi kenyataan pahit ini.

Saat ini, Prajogo Pangestu diperkirakan memiliki total kekayaan sebesar US$ 17 miliar atau Rp 301,41 triliun dan berada di posisi ke-164 orang terkaya di dunia. Namun, jumlah ini hanya sedikit lebih tinggi dari orang terkaya kedua di Indonesia, Low Tuck Kwong, yang berada di peringkat ke-167 dunia.

Penyusutan kekayaan Prajogo Pangestu ini terjadi setelah MSCI mengeluarkan saham Grup Barito dari indeksnya, yakni BREN, TPIA, dan CUAN. Sejak Rabu (13/5), saham-saham tersebut kompak mengalami pelemahan. Konglomerat asal Kalimantan Barat itu tercatat turun 8,55% atau sekitar US$ 1,6 miliar selama perdagangan saham kemarin.

Artinya, ia kehilangan sekitar Rp 28,36 triliun (asumsi kurs Rp 17.730 per dolar AS) dalam sehari. Sebelumnya, total kekayaan Prajogo sudah turun 6,22% atau sekitar US$ 1,2 miliar (Rp 21,27 triliun) per 18 Mei 2026.

Prajogo Pangestu sempat berada di posisi teratas orang terkaya Indonesia, dengan kekayaan di kisaran US$ 34 miliar atau sekitar Rp 570 triliun. Ia memiliki empat saham yang dikendalikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni holding energi PT Barito Pacific Tbk (BRPT), perusahaan petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), emiten geotermal, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan emiten batu bara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Di balik kesuksesannya saat ini, Prajogo Pangestu memiliki perjalanan panjang dalam membangun karir dan bisnisnya. Pundi-pundi kekayaannya berhasil dikumpulkan melalui usaha keras dan jerih payahnya sendiri.

Dalam beberapa bulan terakhir, Prajogo Pangestu telah kehilangan sekitar US$ 11,6 miliar atau Rp 205,66 triliun. Penurunan ini semakin terlihat jika dibandingkan dengan puncak kekayaannya pada 2024. Pada 2024, kekayaan Prajogo diperkirakan mencapai US$ 43,4 miliar atau setara Rp 769,48 triliun.

Dengan demikian, total penurunan kekayaannya mencapai sekitar US$ 26,4 miliar atau Rp 468,07 triliun. Ini merupakan penurunan yang signifikan dan membuat Prajogo Pangestu terancam kehilangan gelar orang terkaya di Indonesia.

Penyusutan kekayaan Prajogo Pangestu ini tentu saja menjadi perhatian banyak pihak, terutama di kalangan investor dan pengamat ekonomi. Apakah Prajogo Pangestu dapat memulihkan kekayaannya dan kembali menjadi orang terkaya di Indonesia? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *