Dividen Bank Mandiri Catat Rekor: Rp44,47 Triliun, Yield 10,77% Tarik Investor

Dividen Bank Mandiri Catat Rekor: Rp44,47 Triliun, Yield 10,77% Tarik Investor
Dividen Bank Mandiri Catat Rekor: Rp44,47 Triliun, Yield 10,77% Tarik Investor

Keuangan.id – 01 Mei 2026 | Jakarta, 30 April 2026 – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp44,47 triliun pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada 29 April 2026. Keputusan ini menjadikan dividend yield bank terbesar di pasar modal Indonesia, yakni 10,77% dengan harga penutupan saham pada level Rp4.430 per lembar.

Rincian Pembagian Dividen

Total dividen setara 79% dari laba bersih konsolidasi tahun buku 2025 yang tercatat Rp56,3 triliun. Dari jumlah tersebut, dividen interim sebesar Rp9,3 triliun telah dibayarkan pada 14 Januari 2026, sementara sisanya akan dibagikan setelah RUPST selesai.

Komponen Nilai
Laba Bersih 2025 Rp56,3 triliun
Total Dividen Rp44,47 triliun
Dividen Interim Rp9,3 triliun
Dividen Final (per saham) Rp476,95
Yield 10,77 %

Dividend per share (DPS) tahun 2025 mencapai Rp476,95, naik dari Rp466,18 pada tahun sebelumnya, menandakan peningkatan profitabilitas dan efisiensi operasional.

Kinerja Keuangan yang Menguat

Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit tahunan sebesar 13,4%, mencapai Rp1.895 triliun. Penyaluran kredit bank‑only tercatat Rp1.530 triliun, naik 17,4% YoY. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat signifikan 23,9% YoY menjadi Rp2.106 triliun, memperkuat likuiditas bank.

Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio Non‑Performing Loan (NPL) gross hanya 0,98%, menegaskan manajemen risiko yang solid.

Strategi Bisnis dan Rencana Buyback

Direktur Utama Riduan menegaskan bahwa pembagian dividen merupakan wujud komitmen BMRI dalam memberikan nilai optimal bagi negara dan seluruh pemegang saham, tanpa mengorbankan kapasitas pertumbuhan. Selain dividen, RUPST juga menyetujui program buyback saham senilai maksimal Rp1,17 triliun yang dapat dilaksanakan hingga 29 April 2027. Saham yang dibeli kembali akan disimpan sebagai treasury stock dan kemudian dialokasikan untuk program kepemilikan saham bagi karyawan, direksi, serta komisaris non‑independen.

Strategi jangka panjang bank fokus pada ekspansi kredit selektif, penguatan digital banking, dan peningkatan efisiensi operasional. Dukungan pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas memperkuat stabilitas modal dan memperluas peran BMRI sebagai agen pembangunan nasional.

Reaksi Pasar dan Prospek Kedepan

Pengumuman dividen besar ini memicu sentimen positif di pasar modal. Investor melihat dividend yield di atas 10% sebagai sinyal kuat bahwa fundamental BMRI tetap solid meskipun kondisi ekonomi global bergejolak. Analis memperkirakan bahwa kombinasi pertumbuhan laba, ekspansi kredit, serta kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham akan menjaga posisi BMRI sebagai salah satu blue‑chip unggulan di sektor perbankan Indonesia.

Ke depan, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit yang berkelanjutan, peningkatan DPK, serta digitalisasi layanan untuk memperluas inklusi keuangan. Dengan modal yang kuat, kualitas aset terjaga, dan dukungan kebijakan pemerintah, BMRI diperkirakan akan tetap kompetitif dalam menghadapi tantangan ekonomi regional maupun global.

Kesimpulannya, pembagian dividen rekord Rp44,47 triliun mencerminkan kinerja keuangan yang kuat, komitmen perusahaan terhadap pemegang saham, serta prospek pertumbuhan yang cerah. Investor dan pelaku pasar akan terus memantau perkembangan BMRI sebagai salah satu pilar utama sistem keuangan Indonesia.

Exit mobile version