Keuangan.id – 04 April 2026 | Jombang, 4 April 2026 – Pada sore hari kemarin, sebuah bus pariwisata berlabel Restu yang melintasi Tol Jombang tiba‑tiba terguling, menewaskan beberapa penumpang dan melukai puluhan lainnya. Salah satu korban selamat, Budi Santoso (38), memberi kesaksian detail tentang detik‑detik mencekam sebelum bus kehilangan kendali.
Detik‑Detik Menjelang Kecelakaan
Menurut Budi, bus sedang melaju dengan kecepatan sekitar 80 km/jam ketika pengemudi menurunkan kaca depan untuk mengurangi kabut. Tiba‑tiba, sebuah truk berukuran besar muncul dari jalur masuk darurat, menabrak bagian depan bus secara sudut. Guncangan kuat membuat roda depan terangkat, dan dalam hitungan detik bus berputar 180 derajat, akhirnya terbalik di bahu jalan.
Reaksi Penumpang dan Upaya Evakuasi
Suasana dalam bus berubah menjadi panik. Penumpang berteriak, beberapa mencoba meraih pegangan, namun banyak yang terjebak di antara kursi yang berbalik. Budi menyebut, “Saya terbangun di lantai bus yang terbalik, debu menutupi wajah, dan suara kaca pecah bersahutan.”
Saat itu, tim pemadam kebakaran dan ambulans yang berada di pos Tol Jombang segera dikerahkan. Petugas IGD yang bertugas di pos terdekat, yang sebelumnya dikenal karena penanganan emosional pada kasus kecelakaan pribadi, menunjukkan profesionalisme tinggi meski situasinya menegangkan. Mereka mengevakuasi korban satu per satu menggunakan tandu dan memindahkannya ke ambulans.
Penanganan Medis di Rumah Sakit
Korban yang paling kritis, termasuk seorang anak berusia 12 tahun, langsung dibawa ke RSUD Jombang. Di ruang gawat darurat, perawat IGD yang dikenal dengan sikap empatik namun tegas, berupaya stabilkan kondisi korban. Salah satu perawat, Sri Naningsih, mengingatkan pentingnya penanganan cepat pada cedera kepala dan patah tulang, sambil memberikan dukungan moral kepada keluarga yang panik.
Penyebab Kecelakaan
- Tabrakan frontal antara bus Restu dan truk logistik yang keluar dari jalur darurat tanpa memberi sinyal.
- Kondisi cuaca berkabut tebal yang mengurangi jarak pandang.
- Kegagalan sistem pengereman bus akibat kecepatan tinggi.
Reaksi Pihak Berwajib
Kasat Lantas Polres Jombang, Irwan Hadi, menegaskan bahwa penyelidikan akan difokuskan pada kelalaian sopir truk serta prosedur keamanan di jalur darurat. “Kami akan mengusut apakah truk melanggar aturan penggunaan jalur darurat dan apakah bus sudah mematuhi batas kecepatan yang ditetapkan,” ujar Irwan.
Selain itu, Dinas Perhubungan Jombang mengingatkan masyarakat untuk selalu menyesuaikan kecepatan dengan kondisi cuaca serta menghindari penggunaan jalur darurat kecuali dalam keadaan darurat.
Kesaksian Budi Santoso menjadi saksi penting bagi penyelidikan. Ia menegaskan, “Saya berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama pengemudi truk, agar lebih berhati‑hati.”
Dengan ribuan pengguna Tol Jombang tiap harinya, kecelakaan ini menimbulkan keprihatinan luas dan menuntut penegakan regulasi yang lebih ketat demi keselamatan publik.











