Keuangan.id – 04 April 2026 | Danantara, perusahaan investasi terkemuka di Indonesia, mengumumkan peluncuran dana leasing pesawat senilai US$800 juta yang didukung oleh SMBC dan Mandiri Investasi Manajemen. Inisiatif ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam pasar leasing pesawat global serta meningkatkan partisipasi negara dalam rantai nilai industri penerbangan internasional.
Skema dana ini dibentuk melalui kemitraan strategis antara Danantara, bank asal Jepang SMBC, dan unit pengelolaan aset Mandiri IM. Ketiga pihak menyatukan keahlian mereka dalam pembiayaan, manajemen risiko, serta jaringan pasar global untuk menyediakan solusi leasing yang kompetitif bagi maskapai penerbangan, baik domestik maupun luar negeri.
Berikut beberapa poin kunci yang menjadi fokus utama dana tersebut:
- Ukuran dana: US$800 juta, setara dengan sekitar Rp12 triliun, dialokasikan untuk pembelian dan pembiayaan pesawat baru maupun bekas.
- Target pasar: Maskapai regional, penerbangan berbasis kargo, serta perusahaan leasing internasional yang ingin memperluas portofolio di Asia Tenggara.
- Strategi investasi: Fokus pada jenis pesawat dengan efisiensi bahan bakar tinggi serta teknologi ramah lingkungan, sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi karbon.
- Manfaat bagi ekonomi nasional: Meningkatkan pendapatan devisa, menciptakan lapangan kerja di sektor keuangan dan teknik, serta memperkuat ekosistem industri penerbangan dalam negeri.
Dengan dana ini, Indonesia diharapkan dapat menempati peran lebih signifikan dalam rantai nilai global leasing pesawat, sebuah pasar yang diperkirakan akan tumbuh lebih dari 6% per tahun hingga 2030. Peningkatan kapasitas leasing tidak hanya membantu maskapai memperoleh armada modern dengan biaya modal yang lebih rendah, tetapi juga menarik investasi asing ke sektor keuangan domestik.
Para analis menilai bahwa kolaborasi antara Danantara, SMBC, dan Mandiri IM memperkuat kredibilitas proyek, mengingat masing-masing entitas membawa jaringan pasar dan keahlian manajemen risiko yang sudah terbukti. Selain itu, dukungan regulator Indonesia dalam menyederhanakan prosedur perizinan leasing dipandang sebagai faktor pendukung keberhasilan dana ini.
Ke depan, dana leasing pesawat ini akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan industri penerbangan Indonesia, memperluas akses pembiayaan bagi maskapai yang ingin mengupgrade armada, sekaligus menambah nilai tambah bagi perekonomian nasional melalui peningkatan pendapatan ekspor jasa keuangan.











