Keuangan.id – 26 April 2026 | Di laga persahabatan melawan Myanmar yang digelar pada Senin 9 Desember 2024 di Thuwana Stadium, kiper muda asal Bekasi, Cahya Supriadi, berhasil menegakkan tembok pertahanan yang kokoh bagi Tim Nasional Indonesia. Penampilannya yang konsisten dan sejumlah penyelamatan krusial menjadikannya sorotan utama dalam pertandingan yang berakhir dengan hasil imbang.
Penampilan Gemilang di Panggung Internasional
Dilatih oleh pelatih kepala Shin Tae-yong, Cahya diberikan kesempatan bermain sejak menit awal. Selama 90 menit, ia mencatat tiga penyelamatan penting, termasuk menepis tembakan kuat dari striker Myanmar pada babak pertama. Statistik yang dirilis oleh SofaScore menunjukkan akurasi passing Cahya mencapai 88 persen, menandakan kemampuannya tidak hanya di lini pertahanan namun juga dalam mengatur serangan dari belakang.
Selain penyelamatan, Cahya juga memperlihatkan kecepatan dalam memotong umpan silang. Salah satu momen menonjol terjadi ketika ia menghalau bola pojok, memantulkan tubuhnya ke tiang gawang sehingga menghindarkan timnya dari kebobolan. Penampilannya yang tenang namun sigap mengukir pujian dari para pengamat dan pendukung.
Jejak Keluarga Supriadi di Dunia Otomotif
Sementara Cahya mengukir prestasi di lapangan hijau, nama Supriadi juga semakin dikenal di sektor otomotif Indonesia. Thung Andi Supriadi, pemilik showroom Rendani Mobil, baru-baru ini menyoroti pertumbuhan pasar mobil listrik bekas. Menurutnya, kenaikan harga BBM dan minat konsumen yang tinggi membuat mobil listrik bekas menjadi pilihan menarik dengan harga mulai dari Rp 100 jutaan.
Thung Andi menambahkan bahwa permintaan terhadap kendaraan ramah lingkungan terus meningkat, terutama untuk model-model seperti Wuling Air EV 2022. Ia menekankan pentingnya mengecek kondisi baterai dan riwayat servis sebelum membeli, demi memastikan nilai investasi yang optimal.
Sinergi Antara Sepak Bola dan Bisnis
Kedua sosok ini, meski berada di bidang yang berbeda, menunjukkan bagaimana nama Supriadi semakin melekat pada prestasi dan inovasi. Keberhasilan Cahya di kancah internasional memberikan inspirasi bagi generasi muda, sementara langkah Thung Andi dalam memajukan mobil listrik bekas mendukung transisi Indonesia menuju mobilitas berkelanjutan.
Pengaruh positif yang dihasilkan oleh kedua figur ini menegaskan bahwa dedikasi, kerja keras, dan visi ke depan dapat menghasilkan dampak signifikan, baik di arena olahraga maupun ekonomi. Dengan dukungan media, sponsor, dan kebijakan pemerintah yang mendukung, diharapkan nama Supriadi akan terus bersinar dalam berbagai bidang.











