Keuangan.id – 26 April 2026 | Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, mengambil keputusan tegas menjelang Piala Asia U-17 2026 dengan mencoret enam pemain dari skuad akhir. Keputusan itu diumumkan pada Sabtu, 25 April 2026, setelah tim menyelesaikan pemusatan latihan di Jakarta. Penyisihan akhir menampilkan 23 nama pemain yang memenuhi regulasi turnamen, namun hanya 21 yang berangkat dari ibu kota; dua pemain diaspora akan bergabung langsung di Arab Saudi.
Pencoretan Enam Pemain: Alasan Medis dan Taktik
Enam nama yang tidak masuk daftar akhir meliputi striker muda Mierza Firjatullah, serta lima pemain lainnya: Syahdan Caesar El Fadhil, Handri Dimas Sulistyo, Shoyyo Himawan, Alfa Al Faruqi Rangkayo Budi Ginting, dan I Komang Semadi. Alasan utama pencoretan bervariasi:
- Mierza Firjatullah – Dikeluarkan karena cedera hamstring serius yang terdeteksi melalui MRI. Tim medis menilai kondisi pemain berisiko tinggi jika dipaksakan bermain, dengan estimasi pemulihan empat sampai enam minggu.
- Lima pemain lainnya – Tidak memenuhi kebutuhan taktik yang diinginkan pelatih. Kurniawan Dwi Yulianto menilai mereka belum menunjukkan konsistensi yang cukup selama fase latihan intensif.
Selain menanggulangi masalah cedera, pelatih juga mempertimbangkan keseimbangan posisi, dinamika tim, serta kesiapan mental pemain menjelang kompetisi tingkat Asia.
Daftar Akhir 23 Pemain dan Komposisi Diaspora
Berikut rangkaian 23 pemain yang resmi terdaftar:
| Posisi | Nama Pemain |
|---|---|
| Kiper | Abdilah Ishak, Noah Leo Duvert, Mike Rajasa |
| Bek | Pandu Aryo, Putu Ekayana, Farik Rizqi, Zidane Raditya, Farrel Luckyta, Made Arbi, Peres Akwil, Matthew Baker |
| Gelandang | Fardan Farras, Girly Andrade, Keanu Senjaya, Miraj Rizky, Chico Jericho, Alfredo Naraya, Noha Pohan Simangunsong |
| Penyerang | Dava Yunna, Ridho, Sean Rahman Castor, Fardan Ary, Ichiro Akbar |
Dalam daftar tersebut terdapat tiga pemain diaspora: Matthew Baker (berasal dari luar negeri), Noha Pohan Simangunsong, dan Mike Rajasa. Kedua pemain diaspora, Noha dan Mike, akan langsung melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi dan bergabung dengan rombongan setibanya, sehingga total pemain yang berangkat dari Jakarta berjumlah 21 orang.
Target dan Tantangan di Piala Asia 2026
Piala Asia U-17 2026 akan digelar di Arab Saudi antara 5 hingga 22 Mei 2026. Indonesia tergabung di Grup B bersama Jepang, China, dan Qatar – sebuah grup yang dianggap “neraka” oleh banyak pengamat karena kualitas lawan yang tinggi.
Meski demikian, Kurniawan Dwi Yulianto menegaskan ambisinya tidak hanya sekadar lolos grup. Pelatih mengungkapkan keinginannya untuk mengantar Garuda Muda ke delapan besar atau bahkan perempat final, dengan tujuan akhir mengamankan tiket ke Piala Dunia U-17 2026.
“Target pribadi memang ingin meloloskan Indonesia ke Piala Dunia U-17, tetapi sepak bola tetap memiliki unsur ketidakpastian. Kami akan memaksimalkan persiapan dan mentalitas pemain,” ujar Kurniawan dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta, pada 24 April 2026.
Evaluasi dari ASEAN Championship U-17 2026 menjadi bahan baku perbaikan. Tim gagal melaju ke fase gugur setelah finis ketiga di Grup A dengan empat poin. Kelemahan utama yang diidentifikasi meliputi penyelesaian akhir yang kurang tajam serta ketahanan mental pada momen krusial. Selama fase persiapan terakhir, pelatih menekankan latihan intensif pada finishing, transisi cepat, dan penguatan mental melalui simulasi tekanan pertandingan.
Harapan dan Dukungan
Para pengamat sepak bola menilai keputusan pencoretan pemain, terutama yang berhubungan dengan cedera, merupakan langkah profesional yang mengutamakan keselamatan pemain. Di sisi lain, keputusan taktis untuk mengurangi skuad dianggap memberi ruang bagi pemain yang lebih siap secara fisik dan mental.
Dengan susunan pemain yang lebih terfokus, harapan publik dan federasi adalah Garuda Muda dapat menampilkan permainan yang lebih terkoordinasi, memanfaatkan kecepatan sayap serta kreativitas lini tengah yang dimiliki oleh pemain diaspora. Jika berhasil, Indonesia bukan hanya akan melaju dari grup, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk bersaing di panggung dunia.
Turnamen akan dimulai pada 5 Mei, dan seluruh mata akan tertuju pada bagaimana Kurniawan Dwi Yulianto mengatur taktik serta motivasi timnya dalam menghadapi lawan-lawan kuat. Semua pihak menantikan penampilan Garuda Muda yang diharapkan dapat menorehkan prestasi bersejarah bagi sepak bola Indonesia.











