Keuangan.id – 26 April 2026 | Pertandingan final AFC Champions League Elite 2025‑26 antara Al‑Ahli Saudi dan Machida Zelvia berakhir dengan kemenangan tipis 1‑0 bagi tim asal Jeddah. Gol tunggal Firas Al‑Buraikan pada menit ke‑96, tepat enam menit setelah peluit perpanjangan waktu dibunyikan, menjadi penentu gelar bergengsi yang berhasil dipertahankan oleh Al‑Ahli.
Latihan Pra‑pertandingan dan Antisipasi Kedua Tim
Jadwal final yang digelar di Alimna Bank Stadium, King Abdullah Sports City, Jeddah pada Sabtu 25 April 2026 menarik perhatian ribuan suporter. Al‑Ahli memasuki laga sebagai juara bertahan setelah mengalahkan Kawasaki Frontale pada edisi sebelumnya, sementara Machida Zelvia melangkah sebagai tim debut di final, mengusung cerita Cinderella yang dimulai dari liga ketujuh di Jepang dua dekade lalu.
Pelatih Al‑Ahli menekankan pentingnya kontrol permainan dan disiplin taktik, sedangkan pelatih Machida, Go Kuroda, menyoroti kecepatan serangan balik serta keberanian pemain muda untuk menantang raksasa Asia.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Pada menit ke‑13, Al‑Ahli hampir memetik gol lewat serangan cepat Galeno, pemain Brasil yang menjadi bintang fase knockout. Tembakan Galeno berhasil diselamatkan oleh kiper Machida, Kosei Tani, dengan refleks luar biasa.
Menjelang menit ke‑27, Al‑Ahli menambah tekanan. Merih Demiral, bek tengah, menembak ke dalam kotak penalti namun tendangan tersebut terhalang oleh tiang gawang, sementara reboundnya meleset menabrak tiang silang.
Babak pertama berakhir tanpa gol, namun intensitas tetap tinggi. Kedua tim memperlihatkan taktik bertahan yang rapat, dengan Al‑Ahli mengandalkan formasi 4‑3‑3 dan Machida menyesuaikan diri dengan formasi 4‑5‑1.
Insiden Kunci di Babak Kedua
Pada menit ke‑68, insiden dramatis terjadi ketika bek Al‑Ahli Zakaria Al‑Hawsawi menanduk kepala penyerang Machida, Tete Yengi, sehingga wasit mengeluarkan kartu merah langsung. Al‑Ahli pun terpaksa melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain, menambah beban defensif mereka.
Meski berada di bawah satu pemain, Al‑Ahli tetap solid secara defensif. Edouard Mendy, mantan bintang Chelsea yang kini memperkuat lini belakang Al‑Ahli, melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menangkis tembakan jarak jauh Hiroyuki Mae pada menit ke‑78.
Machida berusaha memanfaatkan keunggulan angka dengan menyerang lebih agresif. Namun, serangan mereka sering kali terhenti oleh pertahanan terorganisir Al‑Ahli dan aksi refleks Mendy.
Detik‑detik Penentu di Perpanjangan Waktu
Setelah 90 menit berakhir dengan hasil 0‑0, pertandingan melaju ke perpanjangan waktu. Pada menit ke‑93, Riyad Mahrez mengirimkan umpan silang ke tiang belakang. Franck Kessié, yang berada di posisi menengah, secara tidak sengaja menyentuh bola, namun bola tetap meluncur ke arah kotak penalti.
Firas Al‑Buraikan, yang masuk sebagai pengganti pada babak pertama, berhasil menembus area pertahanan Machida dan menundukkan bola dengan kontrol yang tenang, mengamankan gol ke‑6 menit perpanjangan. Gol ini menjadi gol pertama yang dikontrakkan Machida sejak fase grup, menandai pertahanan mereka yang hampir tak tembus.
Setelah gol tersebut, Machida mencoba mengejar ketertinggalan, namun Al‑Ahli tetap menjaga konsentrasi. Mendy kembali melakukan penyelamatan penting pada tembakan Yuki Soma, menjaga keunggulan 1‑0 hingga peluit akhir.
Analisis Taktik dan Pemain Kunci
Keberhasilan Al‑Ahli mempertahankan gelar dapat diatributkan pada beberapa faktor utama. Pertama, kedalaman skuad yang memungkinkan mereka menyesuaikan taktik meski kehilangan satu pemain. Kedua, peran krusial Edouard Mendy sebagai kiper berpengalaman yang memberikan rasa aman pada pertahanan.
Firas Al‑Buraikan menjadi pahlawan pertandingan dengan gol penentu. Kecepatan, ketepatan penempatan, dan ketenangan di depan gawang membuatnya menjadi ancaman utama di setiap serangan balik.
Di sisi lain, Machida Zelvia menunjukkan keberanian luar biasa. Perjalanan mereka dari divisi terendah hingga final menjadi contoh inspiratif bagi klub-klub kecil di Asia. Meskipun gagal meraih gelar, mereka menambah pengalaman berharga di level tertinggi.
Signifikansi Kemenangan
Kemenangan ini menjadikan Al‑Ahli sebagai klub pertama dalam lebih dari dua dekade yang berhasil mempertahankan AFC Champions League Elite, menandai era dominasi Saudi di kompetisi klub Asia. Dengan gelar ini, Al‑Ahli memastikan tempatnya di Fifa Intercontinental Cup dan Fifa Club World Cup 2029, memperluas panggung internasional mereka.
Selain prestasi sportif, keberhasilan ini juga meningkatkan citra Liga Saudi Pro League, yang semakin menarik perhatian investor dan sponsor global.
Secara keseluruhan, final Al‑Ahli vs Machida Zelvia memperlihatkan kualitas sepak bola Asia yang terus berkembang, menampilkan drama, taktik, dan semangat juang yang tinggi.











