Keuangan.id – 02 Mei 2026 | Penjaga gawang PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi, resmi masuk dalam pelatnas Timnas Indonesia untuk persiapan Piala AFF 2026. Pemanggilan ini menandai langkah penting bagi sang kiper berusia 23 tahun yang selama ini menunjukkan konsistensi di BRI Super League.
Profil Cahya Supriadi
Cahya lahir di Karawang, Jawa Barat, dan meniti karier profesionalnya sejak usia 18 tahun. Tinggi 179 cm, ia dikenal memiliki refleks cepat serta kemampuan menangkis tendangan penalti. Musim 2025/2026 menjadi musim terpentingnya ketika ia menjadi pilihan utama pelatih Jean‑Paul van Gastel di PSIM Yogyakarta.
Pemanggilan Timnas dan Tantangan
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengumumkan skuad pemusatan latihan 26‑30 Mei 2026 melalui akun resmi Timnas. Dari 23 pemain yang dipanggil, Cahya berada di antara tiga kiper yang dipertimbangkan untuk posisi utama, bersaing dengan Nadeo Argawinata (Borneo FC Samarinda) dan Muhammad Riyandi (Persis Solo). Cahya menyatakan sikap santai namun bertekad belajar dari senior serta berjuang meraih posisi nomor satu.
Performanya di PSIM Yogyakarta
Selama fase pertama BRI Super League 2025/2026, Cahya mencatat 28 penampilan, delapan clean sheet, dan kebobolan 37 gol. Dua aksi penyelamatan penalti melawan Persija Jakarta dan Persita Tangerang menjadi sorotan media. Keberhasilannya menahan dua tendangan spot‑kick menegaskan kualitas mentalnya dalam situasi tekanan tinggi.
Persaingan dengan Kiper Senior
John Herdman menegaskan bahwa persaingan di antara para kiper Timnas Indonesia sangat ketat. Nadeo Argawinata, yang telah menjadi starter di timnas selama beberapa tahun, serta Muhammad Riyandi, yang memiliki pengalaman di level internasional, menjadi tolok ukur bagi Cahya. Kiper berusia 23 tahun itu menekankan pentingnya belajar taktik dan komunikasi dari senior, sambil terus meningkatkan distribusi bola dan kemampuan membaca permainan.
Kiper Muda Lain di Liga Indonesia
Selain Cahya, nama‑nama seperti Rizky Darmawan (PSIS Semarang) juga menargetkan clean sheet menjelang akhir musim. Rizky, berusia 32 tahun, menegaskan ambisinya menutup musim dengan catatan positif meski timnya sudah aman dari degradasi. Kedua kiper muda ini mencerminkan generasi baru penjaga gawang Indonesia yang berpotensi memperkuat skuad nasional.
Persiapan Timnas akan meliputi serangkaian latihan taktik, simulasi pertandingan, serta sesi analisis video bersama pelatih kiper. Fokus utama adalah menyelaraskan visi pertahanan dengan lini belakang, mengingat turnamen AFF 2026 akan mempertemukan Indonesia dengan Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang playoff Brunei Darussalam/Timor Leste.
Dengan agenda kompetisi yang padat, Cahya Supriadi harus menunjukkan kualitas terbaik di setiap sesi latihan untuk merebut menit bermain. Kesempatan belajar dari senior, ditambah pengalaman konsisten di level klub, menjadi modal penting dalam persaingan yang ketat.
Jika berhasil menembus skuad utama, Cahya tidak hanya akan menambah kedalaman posisi kiper nasional, tetapi juga memberikan inspirasi bagi penjaga gawang muda lainnya untuk menembus panggung internasional.
