Keuangan.id – 02 Mei 2026 | Ikatan Gas dan Jasa (IGJ) mengkritik keras Perjanjian Dagang RI-AS yang dianggapnya tidak seimbang. Menurut IGJ, Amerika Serikat akan memperoleh keuntungan sekitar Rp557 triliun, sementara Indonesia harus menanggung risiko ekologis dan beban ekonomi yang signifikan.
Ketidakseimbangan nilai ekonomi
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa surplus perdagangan bagi AS jauh melampaui manfaat yang diperoleh Indonesia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa perjanjian tersebut berpotensi menjadi mekanisme baru penindasan ekonomi.
Risiko ekologis
IGJ menyoroti potensi kerusakan lingkungan akibat peningkatan ekspor komoditas berbasis sumber daya alam. Risiko ini mencakup deforestasi, pencemaran air, dan penurunan kualitas tanah yang dapat mengganggu keberlanjutan pertanian.
Poin utama keberatan IGJ
- Keuntungan finansial AS mencapai Rp557 triliun.
- Indonesia menanggung beban risiko ekologis.
- Potensi kehilangan kedaulatan ekonomi.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa renegosiasi ulang atau penambahan klausul perlindungan lingkungan dapat menjadi langkah awal untuk menyeimbangkan kepentingan kedua pihak.
