Keuangan.id – 02 Mei 2026 | Hujan deras yang melanda DKI Jakarta pada malam Kamis, 30 April 2026, kembali menimbulkan genangan air yang signifikan di wilayah barat ibukota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat hingga 12 rukun tetangga (RT) dan empat ruas jalan utama terendam, dengan ketinggian air mencapai 130 cm di titik tertinggi.
Daerah yang Terdampak
Menurut data terkini, genangan masih menguasai tujuh RT di Jakarta Barat, tersebar di dua kelurahan utama:
- Kelurahan Kedoya Selatan: 5 RT dengan ketinggian air 30‑50 cm.
- Kelurahan Kembangan Selatan: 2 RT dengan ketinggian air 30‑50 cm.
Selain itu, lima RT tambahan yang sebelumnya tercatat sebagai daerah tergenang di wilayah Jakarta Selatan dan Timur kini menunjukkan tanda‑tanda kembali terendam akibat aliran balik air dari kanal‑kanal utama. Daftar lengkap RT yang masih berada dalam kondisi banjir meliputi:
| Kelurahan | Jumlah RT | Ketinggian Air |
|---|---|---|
| Kedoya Selatan | 5 | 30‑50 cm |
| Kembangan Selatan | 2 | 30‑50 cm |
| Cipulir (Jaksel) | 1 | 30‑130 cm |
| Pondok Pinang (Jaksel) | 8 | 30‑130 cm |
| Kebayoran Lama Utara (Jaksel) | 1 | 30‑130 cm |
Empat ruas jalan yang dilaporkan tergenang meliputi Jalan Puri Kembangan (depan Sekolah Budi Murni), serta tiga ruas lain yang berada di sekitar kawasan Kedoya dan Kembangan, masing‑masing dengan kedalaman air antara 20‑40 cm.
Penyebab Utama
BPBD mengidentifikasi beberapa faktor yang memperparah kondisi banjir:
- Curah hujan tinggi dalam waktu singkat, diperkirakan melebihi ambang normal daerah.
- Luapan beberapa sungai utama, termasuk Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, Kali Angke, dan Kali Krukut.
- Saluran drainase yang tersumbat oleh lumpur dan sampah, mengurangi kemampuan aliran air.
Komponen geografis Jakarta Barat yang rendah serta penurunan tanah akibat pembangunan berkelanjutan juga menjadi penyumbang penting.
Langkah Penanggulangan
Tim BPBD DKI telah mengerahkan personel ke lapangan untuk melakukan pemantauan real‑time. Koordinasi intensif dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Upaya utama meliputi:
- Penyedotan air menggunakan pompa portable di titik‑titik genangan kritis.
- Pembersihan saluran drainase dari lumpur dan sampah.
- Penyediaan bantuan pokok bagi warga terdampak, termasuk makanan, air bersih, dan perlindungan sementara.
- Penyuluhan kepada masyarakat untuk menghindari zona bahaya dan melaporkan kondisi darurat melalui layanan 112.
Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI, Muhammad Yohan, proses penurunan air diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa jam ke depan, dengan harapan semua titik genangan dapat surut sebelum akhir pekan.
Reaksi Masyarakat
Warga di sekitar Kedoya dan Kembangan melaporkan kerusakan pada rumah tinggal, kendaraan, serta fasilitas publik. Beberapa warga mengungkapkan keprihatinan atas lambatnya perbaikan infrastruktur drainase, sementara yang lain menyampaikan rasa terima kasih atas respon cepat tim penanggulangan.
Kelompok relawan lokal turut membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan, serta melakukan pemantauan cuaca secara mandiri melalui aplikasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Proyeksi Kedepan
BMKG memperkirakan potensi hujan deras masih akan berlanjut pada minggu pertama Mei, sehingga daerah rawan banjir seperti Jakarta Barat tetap berada dalam status siaga tinggi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menambah kapasitas pompa air dan mempercepat program revitalisasi sungai serta kanal utama.
Dengan koordinasi lintas‑instansi dan partisipasi aktif warga, diharapkan dampak banjir dapat diminimalisir, serta langkah‑langkah mitigasi jangka panjang dapat terimplementasi secara berkelanjutan.
Warga yang membutuhkan bantuan darurat diimbau segera menghubungi nomor layanan 112 yang beroperasi 24 jam tanpa biaya.
