Keuangan.id – 14 April 2026 | Bank Tabungan Negara (BTN) dan Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan rencana pengembangan lima menara hunian yang terintegrasi dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di sekitar Stasiun Besar Jakarta. Proyek ini menargetkan penyediaan hunian modern yang mudah diakses lewat jaringan transportasi publik, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kawasan perkotaan.
Dalam kolaborasi ini, BTN tidak terlibat langsung pada proses konstruksi fisik. Peran utama bank adalah menyediakan pembiayaan bagi pengembang yang melaksanakan proyek serta menawarkan skema kredit bagi calon pembeli unit. Dengan demikian, BTN menjadi motor finansial yang memungkinkan realisasi proyek tanpa harus menanggung risiko operasional pembangunan.
KAI, sebagai pengelola jaringan kereta api, memberikan dukungan berupa integrasi akses transportasi, termasuk penataan ruang stasiun, penyediaan fasilitas mobilitas, serta koordinasi regulasi yang mendukung konsep TOD. Keterlibatan KAI diharapkan memperkuat konektivitas antara hunian baru dengan jaringan kereta komuter dan layanan transportasi lainnya.
Berikut beberapa poin penting terkait proyek ini:
- Lokasi strategis: Kawasan Stasiun Besar Jakarta merupakan pusat transportasi utama, sehingga hunian TOD akan memberikan kemudahan mobilitas bagi penghuni.
- Model pembiayaan BTN: Menyediakan kredit rumah dengan suku bunga kompetitif, serta fasilitas pendanaan bagi developer melalui skema pembiayaan jangka panjang.
- Manfaat bagi masyarakat: Akses cepat ke transportasi publik, pengurangan kebutuhan kendaraan pribadi, dan peningkatan kualitas hidup melalui fasilitas modern.
- Target hunian: Lima menara yang diproyeksikan menyumbang ribuan unit apartemen, studio, dan unit mixed-use.
- Kontribusi terhadap agenda kota: Mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan, menurunkan emisi karbon, dan mendorong pertumbuhan properti berkelanjutan.
Proyek ini masih dalam tahap perencanaan awal, termasuk penyusunan masterplan, perizinan, dan penetapan timeline pembangunan. BTN dan KAI berkomitmen untuk melanjutkan dialog dengan stakeholder terkait, termasuk pemerintah daerah, agar implementasi dapat berjalan lancar dan sesuai dengan kebijakan perencanaan kota.
Jika berhasil, lima menara hunian berbasis TOD ini dapat menjadi model replikasi untuk pengembangan kawasan perkotaan lain di Indonesia, menggabungkan sektor perbankan, transportasi, dan properti dalam satu ekosistem terintegrasi.
