Keuangan.id – 09 Maret 2026 | Ramadhan telah tiba, dan pertanyaan tentang apa yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi saat berbuka puasa kembali mengemuka. Salah satu minuman yang sering dipertimbangkan adalah teh, termasuk varian populer seperti matcha. Berbagai pakar kesehatan memberikan panduan praktis mengenai waktu, jenis, serta potensi efek samping jika teh diminum saat perut masih kosong.
Waktu yang Tepat untuk Menikmati Teh atau Matcha
Dokter spesialis jantung, dr. Yislam Aljaidi, menyarankan agar konsumsi matcha atau teh berkafein dilakukan setelah perut terisi makanan pada saat berbuka. Menurutnya, “yang penting waktunya sahur, mungkin jam-jam setelah berbuka sampai salat Isya, dan dipastikan kadar gulanya rendah.” Hal ini bertujuan menghindari iritasi lambung yang dapat timbul bila teh dikonsumsi pada perut kosong.
Selain itu, dr. Yislam memperingatkan agar tidak mengonsumsi kafein terlalu dekat dengan waktu tidur karena dapat meningkatkan detak jantung dan mengganggu kualitas istirahat. Pilihan ideal di luar bulan puasa adalah pagi hari atau setelah makan siang, namun selama Ramadhan sebaiknya hindari teh setelah Isya.
Mitos Umum tentang Konsumsi Gula dan Minuman Manis saat Berbuka
Dokter gizi klinik, dr. Ida Gunawan, menegaskan bahwa tidak semua orang mengalami penurunan gula darah yang signifikan setelah berpuasa. Oleh karena itu, mengonsumsi teh manis berlebihan atau minuman bersoda tidak memberikan manfaat gizi yang seimbang dan justru menambah kalori kosong.
Ia menyarankan memilih pemanis alami seperti kurma atau jus buah untuk menambah energi secara bertahap. “Yang paling penting adalah cairannya cukup dan gulanya manis alami itu yang terbaik,” ujarnya.
Risiko GERD dan Asam Lambung Naik
Menjadi perhatian khusus bagi penderita GERD, yang seringkali mengalami sensasi terbakar di dada akibat asam lambung naik. Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengisi perut secara tiba‑tiba dengan makanan berat atau minuman berkafein dapat memicu refluks. Konsumsi teh pada perut kosong, terutama yang mengandung kafein tinggi, berpotensi memperburuk gejala GERD.
Namun, studi ilmiah menunjukkan bahwa puasa yang teratur dapat memberi manfaat bagi penderita GERD bila diiringi pola makan yang tepat. Dr. Didik Prasetyo menekankan pentingnya mengonsumsi makanan ringan dan cairan yang tidak bersifat asam setelah berbuka, kemudian melanjutkan dengan makanan utama secara perlahan.
Manfaat Teh Hijau dan Matcha untuk Kesehatan
- Menurunkan risiko gangguan kognitif berkat antioksidan seperti katekin.
- Mengurangi kolesterol LDL (kolesterol “jahat”).
- Membantu menurunkan tekanan darah.
- Berpotensi membantu menurunkan berat badan bila dikombinasikan dengan pola makan seimbang.
- Meringankan gejala depresi berkat kandungan polifenol.
Manfaat ini tetap dapat dirasakan selama Ramadhan, asalkan konsumsi teh tidak mengganggu proses pencernaan setelah berpuasa.
Tips Aman Minum Teh saat Berbuka
- Mulailah berbuka dengan air putih dan kurma untuk mengembalikan cairan dan gula alami.
- Setelah mengonsumsi makanan ringan, beri jeda 10‑15 menit sebelum meneguk teh.
- Pilih teh dengan kadar kafein rendah atau varian herbal tanpa kafein jika sensitif terhadap asam lambung.
- Batasi tambahan gula; gunakan madu atau stevia bila perlu.
- Hindari minum teh menjelang waktu tidur; sebaiknya selesai sebelum salat Isya.
Dengan mengikuti langkah‑langkah ini, para puasa dapat menikmati rasa hangat teh tanpa menimbulkan efek samping pada perut kosong.
Secara keseluruhan, teh memang boleh menjadi bagian dari sahur atau buka puasa asalkan dipilih waktu yang tepat, disertai makanan terlebih dahulu, dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing‑masing. Pilihan yang bijak akan menjadikan momen berbuka lebih nyaman dan tetap menyehatkan.
