Keuangan.id – 14 Mei 2026 | Iran yakin bahwa penguasaan atas Selat Hormuz dapat menghasilkan pemasukan ekonomi besar dan memperkuat posisi negara tersebut di panggung internasional.
Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, menyatakan bahwa pengawasan atas Selat Hormuz akan menghasilkan pendapatan ekonomi yang signifikan bagi negara mereka, bahkan berpotensi menggandakan pendapatan minyak mereka, serta memperkuat pengaruh mereka di panggung internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah proses negosiasi damai dengan Amerika Serikat yang mengalami kebuntuan. Sejak pecahnya serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari, Iran telah banyak membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz.
Jalur laut strategis itu pada masa normal dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia, serta berbagai komoditas penting lainnya. Langkah Iran mengendalikan jalur tersebut mengguncang pasar global.
Amerika Serikat juga memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran meski gencatan senjata rapuh telah berlaku sejak 8 April. Kontrol Iran atas Selat Hormuz kini menjadi salah satu isu utama dalam negosiasi dengan Amerika Serikat yang sejauh ini belum menghasilkan terobosan berarti.
Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan bahwa komisinya telah merampungkan rencana pengelolaan jalur perairan tersebut. Iran bermaksud menggunakan posisi strategis ini sebagai alat kekuatan melalui pengelolaan strategis Selat Hormuz.
Bulan lalu, wakil ketua parlemen Iran Hamidreza Hajibabaei menyebut Teheran telah menerima pemasukan pertama dari pungutan yang dikenakan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Di sisi lain, Amerika Serikat juga meminta China untuk turun tangan dan membantu melumpuhkan Iran agar tidak dapat menguasai Selat Hormuz. AS menyebut bahwa China merupakan salah satu penyokong ekonomi terbesar Iran.
Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat telah meningkat tajam. Serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari telah memicu konflik yang semakin meluas.
Oleh karena itu, penting bagi dunia internasional untuk memantau situasi ini dengan cermat dan berusaha mencari solusi damai yang dapat mengakhiri konflik ini.
Dalam beberapa hari terakhir, situasi di sekitar Selat Hormuz semakin memanas. Iran terus memperkuat kontrolnya atas jalur laut strategis ini, sementara Amerika Serikat dan sekutunya berusaha untuk melumpuhkan upaya tersebut.
Semua pihak harus berusaha untuk menemukan solusi yang dapat mengakhiri konflik ini dan mengembalikan stabilitas di kawasan tersebut.











