Amankan Pasokan Minyak, ESDM dan Prabowo Terbang ke Moskow

Amankan Pasokan Minyak, ESDM dan Prabowo Terbang ke Moskow
Amankan Pasokan Minyak, ESDM dan Prabowo Terbang ke Moskow

Keuangan.id – 14 April 2026 | Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kerja ke Moskow pada pekan ini. Tujuan utama perjalanan ini adalah memperkuat kerja sama energi antara Indonesia dan Rusia serta memastikan pasokan minyak mentah bagi Indonesia tetap stabil di tengah ketegangan geopolitik yang memengaruhi pasar energi dunia.

Kedatangan Prabowo dan Bahlil disambut oleh pejabat tinggi pemerintah Rusia, termasuk Menteri Energi Rusia dan perwakilan perusahaan migas terbesar di negara tersebut. Dalam serangkaian pertemuan, kedua delegasi menekankan pentingnya diversifikasi sumber energi serta peningkatan investasi bersama dalam bidang eksplorasi dan produksi minyak.

Agenda utama kunjungan

  • Negosiasi kontrak jangka panjang untuk pasokan minyak mentah Rusia ke Indonesia.
  • Pembahasan kemungkinan pembentukan joint venture di sektor hulu migas.
  • Studi kelayakan pembangunan infrastruktur penyimpanan dan terminal ekspor di wilayah Timur Indonesia.
  • Penguatan kerjasama di bidang teknologi energi bersih dan transisi energi.

Rencana aksi pasca kunjungan

Waktu Kegiatan Pihak terkait
1‑2 minggu setelah kembali Finalisasi MoU pasokan minyak Kementerian ESDM, Rosneft
1 bulan Pembentukan tim kerja joint venture PT Pertamina, Gazprom Neft
3‑6 bulan Implementasi proyek infrastruktur penyimpanan Perusahaan BUMN, investor swasta

Prabowo menegaskan bahwa keamanan energi merupakan prioritas utama dalam agenda nasional, terutama menjelang pemilihan umum mendatang. Sementara Bahlil menambahkan bahwa kerja sama dengan Rusia tidak hanya akan menambah cadangan minyak, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi dan pelatihan bagi tenaga kerja Indonesia.

Para pengamat menilai langkah ini dapat menurunkan ketergantungan Indonesia pada pasar minyak tradisional seperti Timur Tengah, serta memberikan ruang tawar yang lebih besar dalam negosiasi harga global. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa hubungan dengan Rusia harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap regulasi internasional dan sanksi yang berlaku.

Dengan agenda yang jelas dan komitmen kuat dari kedua belah pihak, diharapkan kunjungan ini akan menghasilkan kesepakatan konkrit yang mendukung stabilitas pasokan minyak Indonesia serta memperkuat posisi negara dalam dinamika energi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *