Keuangan.id – 10 April 2026 | Danantara Indonesia baru-baru ini mengumumkan keputusan strategis dalam pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Perusahaan memutuskan untuk menggandeng mitra asal China sebagai pelaksana utama, dengan pertimbangan yang meliputi aspek ekonomi, teknologi, dan kebijakan pemerintah.
- Ketersediaan Teknologi Tinggi: Perusahaan China yang dipilih memiliki rekam jejak dalam teknologi konversi sampah menjadi listrik, termasuk sistem pembakaran bersih dan turbin berefisiensi tinggi.
- Biaya Investasi yang Kompetitif: Penawaran harga dari mitra China berada pada level yang lebih rendah dibandingkan penyedia dari negara lain, sehingga menurunkan total biaya proyek dan mempercepat pengembalian modal.
- Pengalaman Operasional: Mitra tersebut telah menyelesaikan beberapa proyek PSEL berskala serupa di Asia, memberikan jaminan bahwa mereka menguasai tantangan operasional dan pemeliharaan.
- Dukungan Pembiayaan: Banyak institusi keuangan China menyediakan paket pembiayaan dengan suku bunga bersubsidi, yang selaras dengan kebutuhan pendanaan Danantara.
- Kesesuaian dengan Kebijakan Pemerintah: Pemerintah Indonesia mendorong kolaborasi internasional dalam pengelolaan sampah dan energi terbarukan, sehingga kerja sama dengan perusahaan China mendapat dukungan regulasi.
Dengan alasan‑alasan tersebut, Danantara berharap proyek PSEL dapat menjadi contoh sukses transformasi sampah menjadi sumber energi bersih, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan China. Keberhasilan proyek ini diharapkan membuka peluang investasi lebih luas di sektor energi terbarukan nasional.











