Keuangan.id – 03 April 2026 | Indonesia masih menghadapi tingkat inklusi keuangan yang relatif rendah, yang membuka peluang besar bagi sektor fintech untuk memperluas jangkauan layanan keuangan kepada masyarakat luas. Menyikapi kondisi tersebut, AFTECH menegaskan optimisme bahwa industri fintech akan terus menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun ini.
- Produk berorientasi inklusi: Mengembangkan solusi keuangan yang mudah diakses, termasuk layanan pembayaran digital, pinjaman mikro, dan tabungan berbasis aplikasi seluler.
- Kolaborasi ekosistem: Menjalin kemitraan dengan bank tradisional, lembaga non‑bank, dan startup lain untuk memperluas jaringan distribusi serta meningkatkan kepercayaan konsumen.
- Inovasi teknologi: Memanfaatkan kecerdasan buatan, analitik data, dan keamanan siber untuk meningkatkan efisiensi operasional serta pengalaman pengguna.
AFTECH memperkirakan bahwa dengan mengoptimalkan ketiga pilar tersebut, total nilai transaksi fintech di Indonesia dapat melampaui miliaran rupiah dalam beberapa kuartal mendatang. Selain itu, perusahaan menargetkan peningkatan basis pengguna aktif sebesar 30 % hingga akhir tahun, dengan fokus pada segmen populasi yang belum terlayani oleh layanan keuangan konvensional.
Pemerintah juga berperan penting melalui kebijakan yang mendukung inovasi fintech, seperti regulasi sandbox dan insentif pajak untuk startup teknologi finansial. Kombinasi antara dukungan regulasi, kebutuhan pasar yang belum terpenuhi, serta strategi AFTECH yang terarah diyakini akan memperkuat momentum pertumbuhan industri fintech di Indonesia.











