Keuangan.id – 04 April 2026 | Konflik yang terjadi di Timur Tengah akhir-akhir ini menyebabkan gangguan pasokan minyak dunia, yang berujung pada kenaikan tajam harga bahan bakar minyak (BBM) di pasar domestik. Situasi ini mendorong konsumen Indonesia untuk mencari alternatif transportasi yang lebih hemat biaya, salah satunya kendaraan listrik (EV).
Pemerintah juga telah mengeluarkan serangkaian kebijakan insentif, seperti pembebasan pajak kendaraan bermotor untuk EV, subsidi pembelian baterai, dan program pembangunan jaringan stasiun pengisian cepat di kota-kota besar. Kombinasi tekanan harga BBM dan dukungan regulasi menjadi pendorong utama meningkatnya minat publik terhadap mobil listrik.
Dalam menanggapi tren ini, Adira Finance mengungkapkan bahwa mereka telah mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia serta menyiapkan strategi pembiayaan yang khusus dirancang untuk segmen ini.
- Kenaikan harga BBM yang signifikan membuat total biaya kepemilikan kendaraan konvensional menjadi lebih tinggi.
- Kebijakan pemerintah yang mendukung, termasuk insentif pajak dan subsidi.
- Peningkatan jumlah dan kecepatan jaringan charger publik, yang mengurangi kekhawatiran tentang jangkauan.
- Kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap isu lingkungan dan emisi karbon.
- Penurunan harga baterai lithium‑ion berkat skala produksi global.
- Skema pembiayaan fleksibel yang ditawarkan oleh lembaga keuangan, termasuk leasing dan kredit ringan.
Adira Finance menyiapkan tiga skema utama yang dapat dipilih oleh konsumen:
| Skema | Tenor (bulan) | Bunga (% per tahun) | Kelebihan |
|---|---|---|---|
| Leasing Operasional | 12‑60 | 4,5 | Pembayaran bulanan tetap, opsi beli di akhir periode. |
| Kredit Ringan | 24‑84 | 5,2 | DP rendah, cicilan disesuaikan dengan penghasilan. |
| Financing 0% Bunga | 12‑36 | 0 | Untuk model EV tertentu yang bekerja sama dengan produsen. |
Dengan pilihan tenor yang bervariasi dan suku bunga kompetitif, Adira Finance berharap dapat menurunkan hambatan finansial bagi calon pembeli EV. Analis pasar memperkirakan bahwa, bila faktor‑faktor di atas terus berlanjut, penetrasi kendaraan listrik di Indonesia dapat melampaui 10% dari total penjualan mobil baru dalam lima tahun ke depan.
Secara keseluruhan, kombinasi tekanan harga BBM, dukungan kebijakan, peningkatan infrastruktur pengisian, serta solusi pembiayaan yang inovatif dipandang sebagai katalis utama yang akan mempercepat peralihan masyarakat Indonesia ke kendaraan listrik.











