Berita  

Video Viral Pengeroyokan Ketua Viral For Justice, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan

Video Viral Pengeroyokan Ketua Viral For Justice, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan
Video Viral Pengeroyokan Ketua Viral For Justice, Polrestabes Surabaya Resmi Terima Laporan

Keuangan.id – 20 April 2026 | Surabaya – Sebuah video yang menampilkan momen pengeroyokan terhadap Ketua Lembaga Viral For Justice (VFJ) menjadi sorotan publik setelah tersebar luas di media sosial pada akhir pekan lalu. Insiden tersebut terjadi di sebuah kafe di Jalan Pahlawan, Surabaya, pada hari Kamis malam. Rekaman yang menampilkan aksi kekerasan tersebut memicu kecaman luas dan menuntut klarifikasi dari pihak berwenang.

Latar Belakang Insiden

Menurut saksi mata, kejadian dimulai ketika ketua VFJ, Budi Santoso, tengah mengadakan pertemuan informal dengan beberapa aktivis digital untuk membahas strategi kampanye anti‑hoaks. Tidak lama setelah pertemuan dimulai, sekelompok individu yang tidak dikenal mendekati mereka dan mengeluarkan kata-kata provokatif. Situasi cepat berubah menjadi keributan ketika salah satu anggota kelompok tersebut menyerang Budi secara fisik, menyebabkan ia terjatuh dan mengalami luka ringan di wajah.

Reaksi Publik dan Media Sosial

Video yang direkam oleh salah satu saksi cepat diunggah ke platform TikTok dan Instagram, memperoleh jutaan tampilan dalam hitungan jam. Netizen berbondong‑bondong mengirimkan komentar yang mengecam tindakan kekerasan tersebut serta menuntut agar pelaku segera diproses secara hukum. Beberapa akun resmi media massa turut menyiarkan ulang rekaman tersebut sambil menambahkan analisis mengenai potensi motif di balik aksi tersebut.

Langkah Hukum dan Penyelidikan Polrestabes Surabaya

Polrestabes Surabaya mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima laporan resmi terkait insiden tersebut pada hari Jumat pagi. Kapolres Surabaya, Kombes Pol. Arif Wibowo, menyatakan bahwa tim investigasi khusus telah dibentuk untuk mengidentifikasi pelaku serta mengumpulkan bukti visual dan saksi. “Kami akan melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk analisis rekaman CCTV di sekitar lokasi serta pemeriksaan forensik pada video yang beredar,” ujar Arif dalam konferensi pers singkat.

Selain itu, pihak kepolisian menegaskan bahwa setiap tindakan kekerasan, termasuk yang terjadi dalam konteks demonstrasi atau pertemuan publik, akan diproses sesuai dengan Kitab Undang‑Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang‑Undang tentang Pengamanan Penyelenggaraan Demonstrasi.

Respons Lembaga Viral For Justice

Ketua VFJ, Budi Santoso, yang dirawat di Rumah Sakit Umum Surabaya dengan luka memar ringan di pipi, mengeluarkan pernyataan singkat melalui akun Instagram resmi lembaganya. Ia menyatakan terima kasih atas dukungan publik dan menegaskan komitmen VFJ untuk terus memperjuangkan kebebasan berekspresi serta melawan penyebaran berita palsu. “Kekerasan tidak akan menghentikan perjuangan kami. Kami akan tetap vokal dan menuntut keadilan,” tulisnya.

Analisis Potensi Motif

Beberapa ahli keamanan siber memperkirakan bahwa insiden tersebut mungkin terkait dengan perseteruan internal di antara kelompok aktivis online. Menurut Dr. Andi Prasetyo, pakar siber dari Universitas Airlangga, “Serangan terhadap tokoh publik di ruang digital sering kali berujung pada aksi fisik, terutama bila isu yang dibahas bersifat sensitif seperti hoaks politik atau isu identitas.”

Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai afiliasi pelaku dengan organisasi tertentu. Penyelidikan masih berjalan, dan pihak kepolisian meminta masyarakat yang memiliki informasi tambahan untuk segera melapor.

Langkah Pencegahan ke Depan

  • Penguatan keamanan pada acara publik, termasuk penempatan petugas keamanan profesional.
  • Peningkatan koordinasi antara penyelenggara acara dan kepolisian setempat.
  • Pendidikan publik tentang pentingnya menyelesaikan perbedaan secara damai tanpa kekerasan.

Kasus ini menambah deretan insiden kekerasan terhadap aktivis dan tokoh publik yang belakangan ini menjadi sorotan nasional. Penanganan cepat dan transparan dari pihak kepolisian diharapkan dapat memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa hukum tetap berjalan tanpa pandang bulu.

Dengan proses hukum yang sedang berlangsung, publik menantikan hasil penyelidikan yang dapat memberikan keadilan bagi korban serta menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat diterima dalam demokrasi yang sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *