Keuangan.id – 11 Maret 2026 | Video berformat 3GP yang menampilkan Chef Renatta Moeloek bersama almarhum Vidi Aldiano menjadi perbincangan hangat di media sosial sejak diunggah pada 10 Maret 2026. Rekaman singkat tersebut tidak hanya memicu nostalgia, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengapa kualitas suara terasa “berisik” di era digital saat ini.
Latar Belakang Persahabatan Sejak Anak‑Anak
Renatta Moeloek, mantan juri MasterChef Indonesia, mengungkapkan dalam unggahan Instagram resmi @renattamoeloek bahwa ia dan Vidi Aldiano bersahabat sejak berusia 13 tahun. Kedua sahabat ini tumbuh bersama, berbagi mimpi, dan bahkan pernah berjanji untuk tetap bersahabat hingga akhir hayat.
“Aku masih sangat kecil saat kami pertama kali berteman; persahabatan itu terjalin begitu mudah, ya Vid,” tulis Renatta. “Belasan tahun yang lalu kami buat janji sahabat selamanya sampai mati.”
Video 3GP yang Menghebohkan
Video berukuran sekitar 15 megabyte itu menampilkan momen kebersamaan mereka di dapur, dimana Vidi menjadi “kelinci percobaan” pertama bagi masakan eksperimental Renatta. Potongan suara tawa mereka terdengar jelas, namun kualitas audio terasa pecah dan berderak, mengingat format 3GP yang sudah ketinggalan zaman.
- Durasi: 45 detik
- Format: 3GP (beresolusi rendah)
- Kualitas audio: berisik, kemungkinan karena kompresi lama
Renatta menambahkan, “Aku senang berada dalam hidupmu. Punya lo yang selalu jadi kelinci percobaan setiap gue masak aneh‑aneh pas kecil, rayakan semua peristiwa hidupmu dan ketika kamu menemukan cinta.”
Reaksi Netizen dan Artis
Setelah video tersebar, netizen ramai memberikan komentar. Sebagian menilai video tersebut mengharukan, sementara yang lain mengkritik kualitas teknisnya. Salah satu komentar populer berbunyi, “Kenapa masih pakai 3GP? Kok masih berisik?” yang kemudian menjadi meme beredar luas.
Beberapa selebriti turut memberikan simpati, termasuk Deddy Corbuzier dan BCL, yang menulis, “Semoga kenangan indah bersama Vidi tetap hidup di hati sahabat‑sahabatnya.”
Kenangan Terakhir Vidi Aldiano
Vidi Aldiano meninggal pada 7 Maret 2026 akibat komplikasi kanker ginjal yang diderita selama enam tahun. Pemakaman dilaksanakan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada 8 Maret 2026. Ribuan orang, termasuk artis dan tokoh publik, hadir memberikan penghormatan terakhir.
Dalam postingannya, Renatta menuturkan betapa kehadiran Vidi selalu membuatnya merasa nyaman tanpa harus menjadi orang lain. “Betapa beruntungnya gue punya teman kayak lo, sahabat‑sahabat di mana gue bisa pulang tanpa harus jadi apa‑apa dan cukup jadi Rena saja,” tulisnya.
Video 3GP tersebut kini menjadi simbol persahabatan yang melampaui batas waktu, sekaligus mengingatkan kita bahwa kenangan tak selalu harus berformat modern untuk tetap mengena.
Keberadaan video tersebut juga memicu diskusi tentang pentingnya preservasi arsip digital dalam kualitas yang layak, agar kenangan berharga tidak terdistorsi oleh teknologi usang.
Dengan berakhirnya era Vidi Aldiano, warisan persahabatan dan kebaikan yang ditunjukkannya tetap hidup melalui cerita‑cerita seperti video ini, yang meskipun berisik, tetap menyentuh hati banyak orang.
