Keuangan.id – 17 Mei 2026 | Uni Emirat Arab (UEA) membantah keras tuduhan Iran yang menuding mereka terlibat dalam agresi militer. Menteri Negara di Kementerian Luar Negeri UEA, Khalifa bin Shaheen Al Marar, menegaskan bahwa UEA memiliki hak kedaulatan, hukum, diplomatik, dan militer secara penuh untuk merespons ancaman, tuduhan, atau tindakan permusuhan apa pun.
UEA juga menolak ancaman atau upaya apa pun untuk memengaruhi kebijakan mereka sebagai sebuah negara berdaulat. Menurut Al Marar, UEA berhak sepenuhnya atas kedaulatan, hukum, diplomatik, dan militernya untuk menghadapi setiap ancaman, klaim, atau tindakan permusuhan.
Konflik di Timur Tengah
Konflik antara UEA dan Iran memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran. UEA dituding terlibat dalam agresi tersebut oleh Menlu Iran Abbas Araghchi. Namun, UEA membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam agresi militer.
UEA juga menegaskan bahwa mereka memiliki kemampuan sendiri dalam menghadapi ancaman terhadap negaranya. Menteri Negara di Kementerian Luar Negeri UEA, Khalifa bin Shaheen Al Marar, menekankan hak UEA untuk mempertahankan wilayah dan melindungi semua orang yang berada di negaranya.
Ancaman dan Tindakan
UEA telah menjadi sasaran serangan berulang dari Iran, termasuk sekitar 3.000 serangan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone. UEA menyatakan bahwa mereka berhak sepenuhnya untuk menghadapi ancaman tersebut dan mempertahankan kedaulatan serta integritas wilayahnya.
Konflik antara UEA dan Iran dikhawatirkan dapat memperburuk situasi di Timur Tengah. UEA dan Iran merupakan dua negara yang memiliki pengaruh besar di kawasan tersebut, dan konflik antara keduanya dapat berdampak pada stabilitas regional.
Untuk saat ini, UEA dan Iran masih terlibat dalam konflik yang kompleks dan berpotensi berkepanjangan. UEA tetap bersikeras bahwa mereka memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya, sementara Iran terus menuduh UEA terlibat dalam agresi militer.
Dalam beberapa bulan terakhir, situasi di Timur Tengah semakin memanas. Konflik antara UEA dan Iran hanya salah satu contoh dari banyak konflik yang terjadi di kawasan tersebut. Untuk menghindari eskalasi konflik, diperlukan upaya diplomatik yang serius dari semua pihak yang terlibat.









