Keuangan.id – 16 Mei 2026 | Anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto mengecam rencana pemberlakuan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Menurutnya, rencana ini akan membuat Indonesia menjadi ‘ladang data‘ asing.
Yulius Setiarto mengatakan bahwa ART akan memberikan kesempatan bagi perusahaan asing untuk mengakses data warga Indonesia tanpa ada batasan. Hal ini, menurutnya, akan membahayakan privasi warga Indonesia.
ART merupakan sebuah perjanjian dagang yang ditandatangani antara Indonesia dan Amerika Serikat. Perjanjian ini bertujuan untuk meningkatkan perdagangan dan investasi antara kedua negara. Namun, Yulius Setiarto mengatakan bahwa perjanjian ini tidak mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan Indonesia dan Amerika Serikat.









