Keuangan.id – 05 Mei 2026 | PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) menilai bahwa ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat semakin memanas, menimbulkan ketidakpastian di pasar global.
Situasi ini berpotensi meningkatkan risiko bagi industri reasuransi, termasuk lonjakan klaim akibat kerusakan infrastruktur, fluktuasi nilai tukar, serta kebutuhan penyesuaian eksposur terhadap wilayah yang terlibat konflik.
- Risiko politik: penyitaan aset, sanksi ekonomi, dan pembatasan perdagangan yang dapat memicu klaim asuransi properti serta bisnis.
- Risiko pasar: volatilitas harga komoditas dan mata uang yang memengaruhi nilai portofolio reasuransi.
- Risiko operasional: gangguan rantai pasok dan keterbatasan data dalam penilaian risiko.
Untuk mengurangi tekanan tersebut, perusahaan reasuransi dapat mempertimbangkan penyesuaian tarif premi, diversifikasi portofolio geografis, serta memperkuat cadangan teknis.
Tugure juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan regulator dan lembaga internasional guna memastikan transparansi dalam penetapan premi dan alokasi risiko.
Dengan langkah-langkah tersebut, industri reasuransi diharapkan dapat tetap stabil meski menghadapi dinamika geopolitik yang terus berubah.
