Trump Tolak Proposal Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Proyek Freedom Dihentikan

Trump Tolak Proposal Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Proyek Freedom Dihentikan
Trump Tolak Proposal Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Proyek Freedom Dihentikan

Keuangan.id – 06 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menolak tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz pada awal pekan ini. Keputusan tersebut diumumkan lewat akun media sosial resmi Trump, sekaligus mengumumkan jeda sementara pada inisiatif militer AS yang dikenal sebagai Project Freedom. Penolakan ini menambah ketegangan diplomatik di kawasan Teluk Persia, di mana Iran telah menutup selat strategis sejak akhir Februari 2026 setelah serangkaian serangan timur tengah.

Latihan Diplomasi dan Tekanan PBB

Dalam beberapa hari sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengajukan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menuntut Iran menghentikan penambangan ranjau, serangan terhadap kapal, dan pemungutan biaya tol di Selat Hormuz. Resolusi tersebut menyoroti ancaman ekonomi global bila selat tetap tertutup, mengingat selat tersebut menyumbang sekitar 20% pasokan minyak dunia. Rubio menegaskan bahwa PBB harus berperan sebagai mediator damai, namun Iran belum memberi respons yang memuaskan.

Keterlibatan China dalam Negosiasi

Sementara itu, delegasi China tiba di Beijing untuk pertemuan tingkat tinggi dengan pejabat Tehran. Menurut laporan Al Jazeera, agenda utama meliputi upaya menjaga gencatan senjata serta membuka kembali Selat Hormuz. China berjanji memberikan dukungan politik di forum internasional, termasuk di PBB, asalkan Iran tidak mengambil langkah balasan yang dapat mengganggu pertemuan antara AS dan China pada pertengahan Mei. Posisi Beijing menjadi rumit: di satu sisi, China mengkritik blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran, namun di sisi lain, Beijing menuntut Iran membuka selat demi stabilitas perdagangan global.

Project Freedom Dihentikan

Project Freedom, yang diluncurkan pada 3 Mei 2026, bertujuan memandu lebih dari 1.500 kapal komersial yang terdampar di Teluk Persia keluar dari zona konflik. Operasi tersebut didukung oleh lebih dari 100 pesawat, kapal perusak berpeluru kendali, dan ribuan personel militer AS. Namun, pada 5 Mei, Trump menulis di Truth Social bahwa proyek tersebut akan “dijeda untuk sementara waktu” atas permintaan Pakistan, negara mediator utama antara AS dan Iran. Trump menambahkan bahwa penangguhan tersebut dimaksudkan untuk memberi ruang bagi negosiasi damai yang lebih luas, termasuk potensi perjanjian akhir dengan Tehran.

Reaksi Iran dan Dinamika Militer

Iran menolak inisiatif AS, menegaskan bahwa kapal hanya dapat melintasi Selat Hormuz dengan izin resmi Tehran. Angkatan Laut Revolusi Iran (IRGC) melaporkan telah menembaki kapal perang AS yang mencoba masuk ke wilayah tersebut, serta menabur ranjau laut di beberapa titik strategis. Pemerintah Iran menuduh AS menggunakan Project Freedom sebagai kedok untuk memperluas kehadiran militer di kawasan, sementara AS menanggapi dengan menegaskan bahwa operasi tersebut bersifat kemanusiaan, bertujuan menyelamatkan ribuan awak kapal dan memastikan pasokan energi dunia tidak terhenti.

Implikasi Ekonomi Global

Penutupan Selat Hormuz berdampak langsung pada harga minyak mentah internasional yang sempat melonjak tajam pada awal Mei 2026. Meskipun pasar mengalami penurunan setelah laporan tentang potensi resolusi PBB, ketidakpastian tetap tinggi. Analis energi memperkirakan bahwa jika selat tetap tertutup lebih dari dua minggu, suplai minyak global dapat berkurang hingga 3 juta barel per hari, memicu inflasi energi di banyak negara.

Secara keseluruhan, keputusan Trump untuk menolak proposal Iran dan menghentikan Project Freedom mencerminkan pendekatan keras Washington terhadap Tehran, sambil tetap membuka ruang diplomatik melalui PBB dan peran perantara seperti China serta Pakistan. Ketegangan di Selat Hormuz masih tinggi, dan perkembangan selanjutnya akan sangat menentukan stabilitas ekonomi dan keamanan maritim di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *