Keuangan.id – 11 Maret 2026 | Longsor sampah yang terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, menewaskan tujuh orang serta melukai beberapa lainnya. Kejadian ini menimbulkan kepanikan di antara warga sekitar, sopir truk, serta pedagang yang berada di lokasi pada saat tumpukan sampah runtuh secara tiba‑tiba.
Rangkaian Kejadian
Pada pukul 14.30 WIB, sejumlah truk pengangkut sampah sedang antre untuk membuang muatan mereka. Tiba‑tiba, tumpukan sampah yang menumpuk tinggi mengalami longsor, menimpa truk‑truk, warung‑warung kecil, dan warga yang berada di sekitar area. Menurut Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, korban pertama yang teridentifikasi adalah sopir truk yang tertimbun, diikuti oleh pemilik warung dan warga yang berada di jalur evakuasi.
Tim SAR gabungan, yang melibatkan Batalyon D Pelopor, Brimob Polda Metro Jaya, serta petugas kepolisian setempat, segera dikerahkan. Operasi penyelamatan berlangsung intensif selama dua hari, dengan penggunaan ekskavator dan peralatan berat lainnya untuk menembus tumpukan sampah yang menimbun korban.
Daftar Korban
Seluruh 13 orang yang menjadi korban berhasil teridentifikasi. Enam orang selamat, sementara tujuh orang meninggal dunia. Berikut rincian lengkapnya:
- Korban Selamat:
- Budiman (Laki‑laki)
- Johan (L)
- Safifudin (L)
- Slamet (L)
- Ato (L)
- Dofir (L)
- Korban Meninggal Dunia:
- Enda Widayanti, 25 tahun, pemilik warung
- Sumine, 60 tahun, pemilik warung
- Dedi Sutrisno, sopir truk
- Irwan Supriatin, sopir truk
- Jussova Situmorang, 38 tahun
- Hardianto, laki‑laki
- Riki Supriadi, 40 tahun, laki‑laki
Jasad masing‑masing korban tewas telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Respons Pihak Berwenang
Ketua Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menyatakan bahwa tim SAR terus memantau lokasi hingga operasi pencarian resmi ditutup pada pukul 00.00 WIB, Senin 9 Maret 2026, setelah tidak ada laporan orang hilang lagi. “Total terdapat 13 orang yang menjadi korban, enam selamat dan tujuh tewas,” ujarnya kepada wartawan.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Kusumo, menambahkan bahwa saksi mata melaporkan terdengar teriakan warga sebelum longsor menimpa area. “Sampah runtuh menutup jalan serta menimpa warung dan beberapa truk sampah,” katanya.
Penyebab dan Tindakan Lanjutan
Menurut Eko Uban, anggota Rescue Disdamkarmat Kota Bekasi, penyebab utama longsor dipicu oleh akumulasi sampah yang tidak terkelola dengan baik serta beban truk yang menambah tekanan pada tumpukan. Pihak pengelola TPST Bantargebang dijadwalkan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penumpukan sampah, termasuk peningkatan sistem monitoring dan penggunaan teknologi sensor untuk mencegah kejadian serupa.
Selain itu, pemerintah daerah telah mengumumkan bantuan sementara bagi keluarga korban yang meninggal, serta menyediakan layanan kesehatan dan psikologis bagi korban selamat.
Investigasi lanjutan akan terus dilakukan untuk menentukan faktor teknis dan administratif yang berkontribusi pada tragedi ini, serta menegakkan pertanggungjawaban pihak terkait.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak terkait pengelolaan sampah di wilayah Jabodetabek, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan serta koordinasi yang efektif antara otoritas lokal, petugas SAR, dan masyarakat.











