Keuangan.id – 17 April 2026 | PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mencatatkan kinerja keuangan yang kuat sepanjang tahun 2025, menjadikannya salah satu saham agribisnis yang patut diperhatikan oleh investor. Pendapatan meningkat secara konsisten, margin laba bersih tetap stabil, dan rasio pengembalian ekuitas (ROE) berada pada level yang mengesankan.
Berikut rangkuman kinerja keuangan CPIN tahun 2025:
| Uraian | 2025 | 2024 |
|---|---|---|
| Pendapatan (Rp triliun) | 12,8 | 11,5 |
| Laba Bersih (Rp triliun) | 1,4 | 1,2 |
| Earnings per Share (EPS) (Rp) | 450 | 390 |
| ROE (%) | 18,5 | 16,2 |
| Margin Laba Bersih (%) | 10,9 | 10,4 |
Faktor utama yang mendukung pertumbuhan tersebut antara lain:
- Peningkatan produksi unggas dan pakan ternak yang didorong oleh permintaan domestik yang kuat.
- Ekspansi jaringan distribusi di wilayah Sumatera dan Jawa Barat, meningkatkan penetrasi pasar.
- Efisiensi operasional melalui otomatisasi pabrik dan optimalisasi rantai pasokan.
- Diversifikasi produk dengan meluncurkan lini pakan organik yang mendapatkan respon positif.
Dari sisi valuasi, CPIN masih menawarkan peluang yang relatif menarik. Harga saham saat ini berada pada rasio Price to Earnings (P/E) sekitar 8,5 kali, lebih rendah dibandingkan rata-rata sektor agribisnis yang berada di kisaran 12-14 kali. Selain itu, Price to Book Value (P/BV) berada di level 1,2 kali, menandakan bahwa saham diperdagangkan hampir mendekati nilai bukunya.
Jika dibandingkan dengan kompetitor utama, seperti PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JFC) dan PT Sierad Produce Tbk (SPRO), CPIN memiliki kombinasi pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dan valuasi yang lebih bersahabat, menjadikannya pilihan yang layak untuk portofolio jangka menengah.
Prospek ke depan tetap positif mengingat tren konsumsi protein hewani yang terus naik serta kebijakan pemerintah yang mendukung peningkatan produksi pangan dalam negeri. Namun, investor tetap perlu memperhatikan risiko harga pakan global dan fluktuasi nilai tukar yang dapat memengaruhi biaya bahan baku.
Secara keseluruhan, kinerja solid CPIN pada tahun 2025 bersama dengan valuasi yang masih relatif menarik memberikan sinyal bullish bagi investor yang mengincar eksposur di sektor agribisnis Indonesia.











