Keuangan.id – 06 April 2026 | Jenazah tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tiba di tanah air pada Sabtu, 4 April 2026. Pesawat Garuda Indonesia yang membawa peti jenazah mendarat di Bandara Soekarno‑Hatta pukul 17.47 WIB, lalu langsung dipindahkan ke tiga ambulans untuk diproses persemayaman militer sebelum dikirim ke daerah asal masing‑masing.
Kronologi Insiden di Lebanon
Prajurit yang menjadi korban adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Insiden pertama terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, ketika sebuah proyektil meledak di dekat pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr, selatan Lebanon. Praka Farizal Rhomadhon tewas di lokasi akibat ledakan tersebut.
Hanya satu hari kemudian, Senin, 30 Maret 2026, konvoi pasukan Indonesia diserang oleh sumber yang belum teridentifikasi. Kapten Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Nur Ichwan kehilangan nyawa dalam serangan yang masih dalam penyelidikan.
Selain tiga korban tewas, lima anggota kontingen Indonesia mengalami luka-luka, antara lain Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Prajurit Kepala Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan. Pada Jumat, 3 April 2025, tiga prajurit lain kembali terluka akibat ledakan di El Addaiseh.
Reaksi Pemerintah dan Pihak Terkait
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengeluarkan kecaman keras melalui akun media sosialnya, menyebut tindakan tersebut sebagai keji dan menuntut agar para pelaku tidak pernah dilupakan. “Kami, saudara‑saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” tulis Prabowo.
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan perlunya investigasi menyeluruh. “Kita menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian,” ujarnya pada upacara pelepasan jenazah di Bandara Soekarno‑Hatta.
Bekas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menyatakan keprihatinan mendalam dan mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghormati jasa para pahlawan. Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, Umar Hadi, menyampaikan permintaan tindakan tegas dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB di New York pada 31 Januari 2026.
Upacara Penghormatan dan Penghargaan
UNIFIL menggelar upacara penghormatan terakhir di Bandara Internasional Rafik Hariri, Beirut, pada Jumat, 2 April 2026. Upacara tersebut dihadiri oleh Mayor Jenderal Diodato Abagnara (Kepala Misi UNIFIL), Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon Imran Riza, serta perwakilan Menteri Pertahanan Nasional Lebanon dan Panglima Angkatan Bersenjata Lebanon.
Ketiga prajurit secara anumerta dianugerahi medali PBB dan medali Angkatan Bersenjata Lebanon sebagai penghargaan atas dedikasi mereka dalam mendukung stabilitas wilayah selatan Lebanon.
Langkah Pemerintah Indonesia
- Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, menegaskan proses persemayaman militer sebelum pemakaman di daerah masing‑masing.
- Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan keamanan keluarga korban.
- Pembentukan tim investigasi gabungan antara TNI, Kemenhan, dan perwakilan diplomatik untuk mengumpulkan bukti dan menyusun laporan akhir.
Selain itu, pemerintah menyiapkan bantuan psikologis bagi keluarga korban serta anggota kontingen yang masih bertugas di Lebanon.
Kasus ini menambah tekanan internasional terhadap keamanan misi penjaga perdamaian di wilayah konflik. Indonesia menegaskan komitmen untuk melindungi prajuritnya dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak yang melakukan serangan.
Dengan rasa duka yang mendalam, bangsa Indonesia mengirimkan doa dan dukungan kepada keluarga almarhum serta menanti hasil penyelidikan yang dapat memberikan keadilan dan pencegahan kejadian serupa di masa depan.











