Keuangan.id – 25 April 2026 | PSM Makassar kembali menjadi sorotan setelah kekalahan mengejutkan yang menurunkan mereka ke posisi rawan degradasi. Dalam wawancara eksklusif, pelatih kepala Ahmad Amiruddin mengungkap biang kerok kekalahan PSM serta memberikan gambaran jelas mengenai kondisi fisik dan mental pemain asing Dusan yang menjadi titik krusial dalam performa tim.
Penyebab Utama Kekalahan
Menurut Amiruddin, faktor utama yang menyebabkan timnya mengalami kebobolan berulang adalah kombinasi taktik yang tidak optimal dan kurangnya konsistensi di lini tengah. Ia menilai bahwa strategi menyerang yang terlalu mengandalkan satu pemain utama tidak memberikan variasi yang cukup untuk mengelabui lawan. “Kami terlalu bergantung pada serangan sayap, sementara pertahanan kami belum terorganisir dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, faktor eksternal seperti jadwal padat dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat pada pertandingan-pertandingan akhir pekan turut memengaruhi stamina pemain. Amiruddin menekankan pentingnya rotasi pemain untuk menjaga kebugaran, namun keterbatasan skuad membuat pelatih harus mengambil keputusan sulit.
Kondisi Dusan: Titik Kritis Tim
Dusan, gelandang asing yang diharapkan menjadi motor penggerak serangan, ternyata mengalami penurunan performa akibat masalah kebugaran. Amiruddin menjelaskan bahwa Dusan telah mengalami cedera otot ringan pada minggu pertama kompetisi, yang kemudian berlarut-larut karena kurangnya waktu pemulihan yang optimal.
“Dia masih merasakan nyeri pada otot paha, sehingga tidak dapat melakukan sprint maksimal. Kami memberikan perawatan intensif, namun jadwal pertandingan yang ketat memaksa kami menurunkan dia ke level menit terbatas,” jelas Amiruddin. Kondisi tersebut berdampak pada kreativitas serangan PSM, membuat mereka kehilangan peluang penting di beberapa laga.
Reaksi Ahmad Amiruddin Terhadap Kritik Publik
Sejak hasil 3-1 melawan Persik yang sempat menimbulkan euforia, kritik publik semakin tajam menyoroti ketidakstabilan tim. Amiruddin menanggapi dengan sikap terbuka, mengakui bahwa tim belum aman dari ancaman degradasi meski berhasil meraih kemenangan tersebut.
“Kami memang menang 3-1, namun itu tidak menandakan kami sudah berada di jalur aman. Setiap poin masih sangat berharga, dan kami harus terus memperbaiki diri,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa manajemen klub telah menyiapkan program latihan tambahan serta memperkuat tim medis untuk mengantisipasi masalah cedera di masa depan.
Strategi Perbaikan dan Langkah Kedepan
Untuk mengatasi biang kerok kekalahan PSM, Amiruddin berencana mengimplementasikan perubahan taktik dengan meningkatkan tekanan tinggi di zona tengah dan memvariasikan formasi menjadi 4-3-3 yang lebih fleksibel. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan pemain muda lokal yang dapat menjadi alternatif ketika pemain utama mengalami penurunan performa.
Di sisi lain, rehabilitasi Dusan menjadi prioritas utama. Klub telah bekerja sama dengan fisioterapis ternama untuk mempercepat proses pemulihan, sekaligus menyiapkan skema rotasi agar Dusan dapat kembali tampil penuh pada pertandingan-pertandingan krusial menjelang akhir musim.
Dengan semangat baru dan fokus pada perbaikan struktural, PSM Makassar berharap dapat menghindari zona degradasi dan kembali bersaing di papan atas Liga 1. Perjuangan ini tidak hanya mengandalkan satu atau dua pemain, melainkan sinergi seluruh elemen tim, dari pelatih, manajemen, hingga suporter yang tetap setia mendukung.









