Keuangan.id – 11 Juni 2026 |
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara saat ini berada di bawah sorotan tajam. Lembaga yang mengelola aset negara sebesar Rp300 triliun ini dinilai minim transparansi. Potensi tekanan fiskal ganda mulai mengemuka karena lembaga ini harus mengelola dana yang sangat besar dengan tetap menjaga transparansi dan akuntabilitas. Dalam beberapa waktu terakhir, Danantara telah menghadapi beberapa tantangan yang berkaitan dengan pengelolaan dana dan transparansi. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan lembaga ini dalam mengelola dana negara secara efektif dan transparan. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana oleh Danantara untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.











