Keuangan.id – 13 April 2026 | Industri K‑Pop kembali menjadi sorotan utama setelah serangkaian perkembangan signifikan yang melibatkan anggota NCT, khususnya Ten, serta rencana ambisius SM Entertainment untuk menurunkan 8 artisnya ke Indonesia pada tahun 2026. Peristiwa ini tidak hanya mengubah dinamika internal grup, melainkan juga menambah antusiasme penggemar di Tanah Air.
Mark Lee resmi meninggalkan SM Entertainment
Pada 6 April 2026, portal hiburan Wolipop melaporkan bahwa Mark Lee, yang selama satu dekade menjadi figur sentral dalam ekosistem NCT, mengumumkan pengunduran diri dari kontrak dengan SM Entertainment. Keputusan ini diambil setelah Mark memutuskan tidak memperpanjang perjanjian kerjasama, meski tetap akan berafiliasi dengan sub‑unit NCT dan WayV. Mark dikenal sebagai “all‑rounder idol” berkat kemampuan rap yang khas, kontribusi penulisan lebih dari 100 lagu, serta partisipasinya di berbagai program televisi seperti High School Rapper. Kepergian sang rapper veteran menimbulkan keprihatinan di kalangan fandom, namun juga membuka peluang bagi anggota lain untuk mengambil peran lebih besar.
Ten NCT menorehkan prestasi solo
Sementara Mark Lee mengakhiri kontraknya, Ten NCT menegaskan eksistensinya lewat serangkaian aktivitas solo. Pada 13 Februari 2024, Ten merilis mini album debut berjudul “TEN” dengan lagu utama “Nightwalker”, seluruh lagu berbahasa Inggris. Album tersebut mendapat sorotan khusus ketika Ten tampil di program K‑Talk, membagikan fakta menarik tentang proses produksi dan menyampaikan pesan khusus untuk penggemar Indonesia.
Menjelang akhir 2024, Ten kembali memperkenalkan diri lewat mini album “STUNNER” yang diluncurkan pada bulan Maret 2025. Dalam sesi wawancara khusus, ia mengungkapkan inspirasi di balik judul dan menegaskan komitmen untuk mengeksplorasi genre yang lebih beragam.
Tur Asia dan fan‑con di Jakarta
Keberhasilan solo Ten tidak berhenti pada rekaman. Pada 6 Maret 2025, Ten mengumumkan konser solo pertamanya di Seoul, yang berfungsi sebagai pembuka tur Asia yang dijadwalkan mengunjungi beberapa kota besar, termasuk Jakarta. Fan‑con resmi Ten NCT di Jakarta dijadwalkan pada April 2024 di The Kasablanka Hall, dengan nama acara “2024 TEN FIRST FAN‑CON [1001]”. Acara tersebut diharapkan menarik ribuan penggemar, menambah nilai ekonomi bagi industri hiburan lokal.
SM Entertainment siapkan gelombang artis ke Indonesia 2026
Seiring dengan momentum Ten, SM Entertainment mengumumkan kedatangan delapan artisnya ke Indonesia pada tahun 2026. Jadwal mencakup konser, fanmeeting, dan penampilan di festival musik. Artis terdaftar meliputi grup RIIZE, solois Taeyong, girl group aespa, sub‑unit NCT Wish, serta EXO. Selain kegiatan resmi, selebriti seperti Hyoyeon (SNSD) dan Seulgi (Red Velvet) juga direncanakan menghabiskan waktu liburan di Bali, menambah eksposur budaya K‑Pop di wilayah ini.
Rangkaian acara tersebut diharapkan memperkuat ikatan antara pasar K‑Pop dan konsumen Indonesia, sekaligus memberi peluang bagi industri kreatif lokal untuk berkolaborasi dalam produksi konser, merchandising, serta konten digital.
Implikasi bagi industri musik dan ekonomi kreatif
Kehadiran Ten NCT serta artis SM lainnya di Indonesia memberikan dampak ganda. Dari sisi musik, penggemar mendapatkan akses langsung ke produk kreatif terbaru, sementara industri lokal dapat memanfaatkan peningkatan kunjungan wisatawan hiburan untuk mengembangkan layanan pendukung seperti transportasi, akomodasi, dan kuliner. Menurut data internal SM, setiap konser berskala besar dapat menyumbang pendapatan hingga ratusan miliar rupiah, terutama melalui penjualan tiket, merchandise, dan sponsor.
- Konser Ten di Seoul menjadi titik tolak tur Asia, dengan estimasi penonton lebih dari 20.000 orang per kota.
- Fan‑con Jakarta diprediksi menampung 5.000‑7.000 penggemar, menciptakan peluang usaha bagi vendor lokal.
- Delapan artis SM di 2026 akan meningkatkan kunjungan wisatawan hiburan setidaknya 15% dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, dinamika internal NCT yang melibatkan perpisahan Mark Lee serta kesuksesan solo Ten menandai era baru bagi grup tersebut. Di sisi lain, strategi ekspansi SM Entertainment ke pasar Indonesia menegaskan komitmen perusahaan untuk menjadikan negara ini sebagai hub utama K‑Pop di Asia Tenggara. Kedepannya, sinergi antara artis, agensi, dan pelaku industri lokal diharapkan menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan bagi ekosistem hiburan nasional.











