Keuangan.id – 12 April 2026 | PSS Sleman kembali menjadi sorotan utama di Pegadaian Championship 2025/2026 setelah mengalami kekalahan tipis 0-1 dari tuan rumah Barito Putera pada pekan ke-24. Kegagalan tersebut menambah tekanan pada tim asuhan Ansyari Lubis, terutama menjelang pertandingan krusial melawan Kendal Tornado FC yang dijadwalkan dalam lima laga terakhir musim ini. Tanpa kehadiran gelandang berpengalaman Frédéric Injai, yang harus absen karena akumulasi kartu kuning, PSS harus menemukan cara baru untuk mempertahankan posisi puncak Grup Timur.
Rangkuman Laga PSS vs Barito Putera
Pertandingan yang berlangsung di Stadion 17 Mei, Banjarmasin pada Sabtu, 11 April 2026, dimulai dengan intensitas tinggi. Barito Putera mengambil inisiatif sejak menit pertama, namun upaya mereka belum menghasilkan gol. PSS sempat menciptakan beberapa peluang melalui tendangan sudut Riko Simanjuntak, namun semua tembakan berhasil dibendung oleh kiper Barito. Menjelang akhir babak pertama, Frédéric Injai mendapat kartu kuning setelah melakukan pelanggaran keras, menandai momen penting yang kemudian memengaruhi ketersediaannya di laga berikutnya.
Babak kedua kembali dipenuhi serangan cepat Laskar Sembada, namun baru pada menit ke-77 Renan Alves berhasil memecah kebuntuan dengan gol tunggal setelah umpan tepat dari Cornelius. Skor 0-1 tetap menjadi hasil akhir, menurunkan poin PSS menjadi 49 dan menempatkan Barito Putera satu poin di belakang mereka.
Dampak Kekalahan Terhadap Posisinya di Klasemen
Dengan hasil tersebut, PSS masih memimpin klasemen sementara Grup Timur, namun keunggulan satu poin membuat situasi semakin rapuh. Barito Putera naik ke posisi dua dengan 48 poin, sementara Persipura Jayapura berada di posisi tiga dengan 47 poin. Pertarungan tiket promosi ke Liga 1 kini menjadi lebih ketat, menuntut PSS untuk mengumpulkan poin maksimal dalam sisa lima pertandingan.
Sejarah Kekalahan Terhadap Kendal Tornado FC
Sebelum pertemuan dengan Barito Putera, PSS mengalami kemunduran pada 5 Januari 2026 saat kalah 1-2 dari Kendal Tornado FC. Kekalahan itu menghentikan rekor sembilan pertandingan beruntun tanpa kekalahan yang dimiliki PSS. Kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi Ansyari Lubis, yang menekankan perlunya konsistensi dan fokus tinggi pada setiap menit pertandingan.
Absennya Frédéric Injai dan Imbasnya
Frédéric Injai, gelandang asal Perancis yang dikenal dengan kemampuan mengatur tempo permainan, terpaksa absen pada laga mendatang melawan Kendal Tornado FC karena akumulasi dua kartu kuning yang memperpanjang skorsingnya. Kepergian Injai mengurangi opsi kreatif PSS di lini tengah, memaksa pelatih Ansyari untuk mengandalkan pemain muda seperti Figo Dennis dan Riko Simanjuntak dalam mengisi peran yang biasanya dipegang oleh Injai.
Pelatih Ansyari menyatakan bahwa meskipun kehilangan Injai, tim harus tetap “enjoy tapi serius” dan memaksimalkan kerja tim. “Kami akan menyesuaikan taktik, memperkuat pressing, dan meningkatkan pergerakan tanpa mengorbankan keseimbangan defensif,” ujar Ansyari dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Strategi PSS Menghadapi Kendal Tornado FC
Menjelang laga akhir pekan, Ansyari menyiapkan beberapa skenario:
- Peningkatan Pressing Tinggi: Memaksa Kendal untuk bermain mundur, mengurangi ruang gerak mereka di zona pertahanan.
- Peran Ganda Riko Simanjuntak: Mengoptimalkan kecepatan sayap kanan Riko untuk menciptakan peluang lewat umpan silang ke area kotak penalti.
- Penggunaan Figo Dennis sebagai Penyerang Cadangan: Memberikan dinamika baru dengan gerakan off‑the‑ball yang dapat membingungkan pertahanan lawan.
Jika taktik ini berhasil, PSS memiliki peluang besar untuk mencuri tiga poin penting yang dapat mengamankan tiket promosi lebih awal.
Reaksi Pemain dan Harapan Ke Depan
Gelandang muda Figo Dennis mengaku kecewa dengan hasil melawan Barito, namun tetap optimis. “Kami belajar dari setiap kekalahan, dan saya yakin tim akan kembali lebih kuat,” ujarnya. Di sisi lain, kapten tim, Kim Kurniawan, menegaskan pentingnya menjaga konsentrasi hingga peluit akhir. “Tidak ada ruang untuk lengah, terutama tanpa Injai. Kami harus menutup celah defensif dan memanfaatkan setiap peluang,” katanya.
Dengan sisa lima pertandingan, PSS berada dalam posisi yang menguntungkan namun rawan. Setiap poin yang diperoleh akan menentukan apakah mereka melaju ke Liga 1 atau harus berjuang melawan degradasi. Pertandingan melawan Kendal Tornado FC menjadi ujian terbesar bagi tim yang kini harus beroperasi tanpa salah satu pemain kunci mereka.
Kesimpulannya, absennya Frédéric Injai menambah beban pada PSS Sleman dalam upaya mempertahankan puncak klasemen. Namun, kombinasi taktik agresif, peran pemain muda, dan tekad kolektif dapat menjadi kunci untuk mengamankan tiga poin penting melawan Kendal Tornado FC, sekaligus memastikan tiket promosi ke Liga 1 tetap dalam genggaman.











