Keuangan.id – 08 April 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pertumbuhan kredit nasional sebesar 12 persen pada akhir tahun 2026. Target ini dimaksudkan untuk memperkuat fondasi ekonomi, terutama melalui peningkatan akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memperluas inklusi keuangan.
Beberapa langkah strategis yang diidentifikasi OJK meliputi:
- Peningkatan Kredit Scoring: Mengadopsi teknologi big data dan artificial intelligence untuk memperbaiki penilaian kelayakan kredit, sehingga memungkinkan lembaga keuangan menilai risiko dengan lebih akurat.
- Dukungan Terhadap UMKM: Menyediakan fasilitas pembiayaan khusus, garansi kredit, serta program pelatihan bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan kemampuan mengelola pinjaman.
- Digitalisasi Layanan Keuangan: Memperluas penggunaan platform fintech, mobile banking, dan e‑wallet untuk mempermudah proses pengajuan dan pencairan kredit.
- Inklusi Keuangan: Mendorong pembukaan rekening bank di daerah terpencil, serta memperkenalkan produk keuangan mikro yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat berpendapatan rendah.
- Regulasi yang Adaptif: Menyederhanakan prosedur perizinan dan menyesuaikan kebijakan suku bunga guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.
Berikut ringkasan target dan indikator utama OJK hingga 2026:
| Indikator | Target 2026 |
|---|---|
| Pertumbuhan Kredit Nasional | 12% |
| Persentase UMKM yang Terbuka Kredit | >70% |
| Penetrasi Layanan Keuangan Digital | 80% populasi dewasa |
Pencapaian target ini diharapkan dapat menstimulasi permintaan barang dan jasa, menurunkan tingkat pengangguran, serta meningkatkan kontribusi sektor formal terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, OJK juga mengakui tantangan seperti risiko kredit macet yang dapat meningkat bila penilaian risiko tidak optimal, serta kebutuhan infrastruktur digital yang masih belum merata di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan sinergi antara regulator, lembaga keuangan, dan pelaku usaha, OJK yakin target pertumbuhan kredit 12 persen pada 2026 dapat tercapai, sekaligus memperkuat inklusi keuangan dan daya saing ekonomi nasional.











