Keuangan.id – 04 April 2026 | CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menargetkan pembiayaan multiguna sebesar Rp 8 triliun pada tahun 2026, melambungkan ambisinya dalam sektor pembiayaan konsumen.
Untuk mencapai angka tersebut, CNAF mengandalkan strategi digital yang mencakup tiga pilar utama: peningkatan kanal online, pemanfaatan data analitik untuk penilaian kredit, serta kolaborasi dengan fintech.
- Pengembangan kanal online: Aplikasi seluler dan portal web akan dioptimalkan untuk proses aplikasi, persetujuan, dan pencairan dana secara real‑time.
- Data‑driven credit scoring: Algoritma pembelajaran mesin akan menganalisis histori transaksi, perilaku digital, dan data eksternal guna menilai kelayakan kredit dengan lebih cepat dan akurat.
- Kemitraan fintech: CNAF berencana menjalin aliansi dengan platform e‑commerce dan marketplace untuk menawarkan produk pembiayaan multiguna secara terintegrasi.
Langkah‑langkah operasional yang direncanakan meliputi:
| Tahap | Fokus Utama | Target Waktu |
|---|---|---|
| 2023‑2024 | Peluncuran aplikasi mobile baru & integrasi AI | Q4 2024 |
| 2025 | Ekspansi kemitraan fintech & peningkatan volume nasabah | Q2 2025 |
| 2026 | Realitas pencapaian Rp 8 triliun | Desember 2026 |
Dengan digitalisasi, CNAF berharap dapat menurunkan biaya operasional, mempercepat keputusan kredit, dan meningkatkan pengalaman nasabah. Selain itu, strategi ini diharapkan memperluas pangsa pasar pada segmen konsumen menengah‑ke‑atas yang menginginkan fleksibilitas penggunaan dana.
Jika target tercapai, kontribusi pembiayaan multiguna CNAF akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan utama sektor otomotif dan konsumer di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi grup CIMB Niaga dalam lanskap keuangan digital.











