Strasbourg Tundukkan Nice 3-1, Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan ke 10 Laga

Strasbourg Tundukkan Nice 3-1, Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan ke 10 Laga
Strasbourg Tundukkan Nice 3-1, Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan ke 10 Laga

Keuangan.id – 05 April 2026 | Pertandingan Ligue 1 antara Strasbourg dan Nice pada Sabtu (4 April 2026) berakhir dengan kemenangan meyakinkan bagi tuan rumah, Strasbourg, dengan skor 3-1. Pertandingan yang digelar di Stade de la Meinau ini menjadi sorotan utama pekan ini, mengingat kedua tim memiliki tujuan yang berbeda di klasemen.

Strasbourg, yang berada di posisi kedelapan, berhasil memperpanjang rekor tak terkalahkannya menjadi sepuluh pertandingan dalam semua kompetisi. Sementara itu, Nice yang berada di posisi kelima belas harus menerima kekalahan yang menambah tekanan pada perjuangan mereka di zona aman.

Rincian Gol dan Momen Kunci

  • Martial Godo (28′) – Penyerang asal Pantai Gading membuka skor setelah memanfaatkan peluang dari tendangan sudut, mengirimkan bola ke tiang gawang sebelum menegaskan lewat sundulan ke sudut jauh.
  • Julio Enciso (36′) – Gelandang Paraguay menambah keunggulan Strasbourg dengan dribbling melewati kiper Nice, lalu meletakkan bola ke dalam gawang setelah menampilkan kontrol luar biasa.
  • Samir El Mourabet (42′) – Gelandang Maroko mencetak gol pertamanya musim ini melalui tendangan setengah voli yang menakjubkan dari luar kotak penalti, menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.
  • Antoine Mendy (82′) – Bek Nice menyamakan kedudukan di menit akhir kedua babak setelah memanfaatkan umpan silang dari Dante, menembakkan bola ke sudut kanan atas gawang Strasbourg.

Gol-gol tersebut menegaskan dominasi Strasbourg pada babak pertama, dengan penguasaan bola mencapai 60% dibandingkan 40% untuk Nice. Statistik lain menunjukkan Strasbourg mencatat 6 tembakan tepat sasaran, sementara Nice hanya 3.

Faktor Kunci Kemenangan Strasbourg

Penampilan kolektif Strasbourg sangat solid, terutama di lini pertahanan yang mampu menahan serangan Nice. Penjaga gawang Penders melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menangkis tembakan keras dari Abdi di menit-menit akhir babak pertama.

Keberhasilan striker baru Martial Godo dan kreativitas Julio Enciso menjadi katalisator utama. Kedua pemain ini tidak hanya mencetak gol, tetapi juga memberi ruang bagi rekan setim untuk menyerang. Selain itu, kembali ke lapangan setelah cedera empat bulan, kapten Emanuel Emegha menambah kualitas tengah lapangan Strasbourg pada menit ke-77, meski tidak mencetak gol.

Kondisi Cedera dan Dampak pada Nice

Nice harus berjuang tanpa penyerang andal Joaquín Panichelli yang mengalami robekan ligamen anterior cruciatum (ACL) pada sesi latihan bersama timnas Argentina. Cedera ini meniadakan peluangnya untuk berpartisipasi di Piala Dunia dan bahkan mempengaruhi awal musim berikutnya. Ketiadaan Panichelli, yang memimpin klasemen Ligue 1 dengan 16 gol, membuat Nice kehilangan sumber serangan utama.

Selain itu, Nice juga mengalami penurunan moral setelah kebobolan tiga gol cepat di babak pertama. Upaya mereka untuk bangkit hanya menghasilkan satu gol lewat Antoine Mendy pada menit ke-82, yang tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.

Konsekuensi di Klasemen dan Pertarungan Selanjutnya

Dengan hasil ini, Strasbourg tetap berada di posisi kedelapan, hanya terpaut satu poin dari Rennes yang berada di posisi teratas zona Eropa. Sementara Nice turun ke peringkat kelima belas, menambah tekanan pada manajemen klub untuk memperbaiki performa sebelum akhir musim.

Tak lama setelah pertandingan, kedua tim dijadwalkan akan bertemu kembali di semifinal Piala Prancis pada 22 April 2026. Pertemuan tersebut diprediksi akan menjadi laga penentu bagi kedua belah pihak dalam meraih trofi domestik.

Di luar laga Strasbourg vs Nice, berita Ligue 1 terus berlanjut dengan Paris Saint-Germain memperlebar jarak kepemimpinan setelah kemenangan 3-1 atas Toulouse. Namun, fokus utama artikel ini tetap pada penampilan impresif Strasbourg yang berhasil memperpanjang rekor tak terkalahkannya.

Kesimpulannya, Strasbourg menunjukkan performa konsisten dan efisien di depan kandang, sementara Nice harus segera mencari solusi untuk memperbaiki lini serang dan mengatasi cedera-cedera kritis agar dapat kembali bersaing di papan tengah klasemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *