Keuangan.id – 07 Mei 2026 | Kanada kini menjadi sorotan dunia setelah regulator mengumumkan temuan mengganggu tentang perusahaan di balik ChatGPT. Sebuah penyelidikan tiga tahun yang digerakkan oleh empat komisaris privasi provinsi mengungkap bahwa OpenAI mengumpulkan “jumlah besar” data pribadi warga Kanada tanpa persetujuan yang memadai.
Investigasi Selama Tiga Tahun
Penelitian yang melibatkan Komisi Privasi Provinsi British Columbia, Alberta, Ontario, dan Quebec menemukan bahwa OpenAI tidak hanya mengumpulkan data dasar seperti nama dan alamat email, tetapi juga informasi sensitif seperti kondisi kesehatan, pandangan politik, dan data anak-anak. Data tersebut kemudian digunakan untuk melatih model bahasa ChatGPT, tanpa adanya mekanisme perlindungan yang jelas.
- Pengumpulan data berlangsung sejak peluncuran versi publik ChatGPT.
- Tanpa persetujuan eksplisit, data diproses untuk meningkatkan performa AI.
- Beberapa provinsi menyatakan masalah ini telah diselesaikan, namun British Columbia dan Alberta masih mencatat pelanggaran yang belum diperbaiki.
Reaksi Para Komisaris Privasi
Komisaris Privasi British Columbia, Michael Harvey, menegaskan pentingnya transparansi: “Semua perusahaan teknologi yang mengembangkan AI harus memahami kewajiban mereka melindungi privasi sesuai hukum yang berlaku.” Sementara itu, komisaris Alberta, Diane McLeod, menambahkan, “Kegagalan memperoleh persetujuan yang sah melanggar undang-undang privasi Kanada dan meninggalkan banyak pengguna dalam ketidakpastian tentang penggunaan data mereka.” Komisaris Privasi Federal, Philippe Dufresne, juga berkomentar dalam konferensi pers di Ottawa, menyoroti perlunya standar nasional yang lebih ketat.
Tanggapan OpenAI
Menanggapi temuan tersebut, OpenAI menyatakan telah mengambil langkah-langkah korektif, termasuk memperbarui Terms of Service dan Privacy Policy, serta mengimplementasikan kontrol yang lebih ketat untuk memastikan data tidak digunakan tanpa izin. Perusahaan juga berjanji akan meningkatkan transparansi kepada pengguna tentang bagaimana data mereka diproses dan memberikan opsi untuk mengopt-out dari pelatihan model.
Implikasi Lebih Luas bagi Industri AI
Kasus ini menambah tekanan global pada perusahaan AI untuk menegakkan standar privasi yang lebih tinggi. Di samping isu privasi, ChatGPT terus memperluas ekosistemnya, seperti integrasi iklan berbasis AI yang diumumkan oleh perusahaan teknologi iklan, serta pengembangan alat gambar AI yang bersaing dengan produk lain di pasar. Selain itu, ChatGPT juga mulai menawarkan saran keuangan, termasuk menanggapi pertanyaan tentang kesalahan finansial generasi baby boomer.
Namun, semua inisiatif tersebut kini harus berhadapan dengan pertanyaan regulasi: apakah perusahaan dapat terus mengumpulkan dan memanfaatkan data pengguna tanpa batas, ataukah regulasi baru akan membatasi cara AI belajar dari data pribadi?
Dengan sorotan internasional yang kini mengarah ke Kanada, OpenAI dan pemain AI lainnya diperkirakan akan memperkuat kebijakan privasi mereka untuk menghindari denda dan menjaga kepercayaan publik. Pengguna ChatGPT di seluruh dunia pun diharapkan lebih waspada terhadap kebijakan privasi yang diterapkan oleh layanan AI yang mereka gunakan.
