Keuangan.id – 09 Maret 2026 | Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat pencapaian signifikan dalam layanan bullion bank yang diluncurkan pada 26 Februari 2025. Dalam kurun waktu satu tahun, total emas yang dikelola mencapai sekitar 22,5 ton.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menekankan bahwa layanan ini bertujuan menjadikan emas tidak hanya sebagai instrumen lindung nilai, melainkan bagian produktif dan inklusif dalam sistem keuangan syariah.
- Volume emas kelolaan: ~22,5 ton
- Pertumbuhan nasabah layanan bullion: >400 % dalam tahun pertama
- Persentase nasabah Gen Z meningkat dari 24 % menjadi 32 %
- Total nasabah BSI tahun 2025: lebih dari 23 juta
- Aset BSI pada Desember 2025: Rp456 triliun (pertumbuhan 11,64 % YoY)
- DPK: Rp380 triliun (kenaikan 16,20 % YoY)
- Rasio Cost of Financing: 0,84 %
Layanan bullion mencakup perdagangan, simpanan, cicilan, gadai, serta produk fisik BSI Gold. Semua transaksi dijamin memiliki underlying emas fisik yang disimpan di vault bank, sesuai prinsip syariah.
Peningkatan minat investasi emas sebagai aset safe‑haven, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global, menjadi faktor utama pertumbuhan bisnis ini. Digitalisasi layanan memungkinkan akses mudah bagi berbagai segmen, termasuk generasi muda.
Ke depan, BSI berencana memperluas inovasi layanan bullion, meningkatkan literasi investasi emas syariah, dan memperkuat kolaborasi dengan regulator serta pelaku industri demi membangun ekosistem bank emas nasional yang lebih solid.











