Sensus Ekonomi 2026, BPS Kerahkan 116 Ribu Petugas

Sensus Ekonomi 2026, BPS Kerahkan 116 Ribu Petugas
Sensus Ekonomi 2026, BPS Kerahkan 116 Ribu Petugas

Keuangan.id – 03 April 2026 | Badan Pusat Statistik (BPS) menyiapkan tenaga kerja terbanyak dalam sejarah sensus ekonomi dengan menugaskan sekitar 116.000 petugas lapangan. Penempatan petugas ini bertujuan memastikan proses pendataan ekonomi nasional pada tahun 2026 berjalan akurat, komprehensif, dan mencakup seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry B. Harmadi, menjelaskan bahwa skala besar tim lapangan menjadi kunci untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang kondisi ekonomi, sektor yang mendominasi, serta distribusi tenaga kerja. “Dengan melibatkan 116 ribu petugas, kami dapat mengumpulkan data yang representatif dari usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) hingga perusahaan besar,” ujarnya saat kunjungan kerja bersama Komisi X DPR RI di BPS Sulawesi Tenggara pada 1 April 2026.

Sensus Ekonomi 2026 dirancang sebagai instrumen strategis bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis data terkini. Hasil sensus diharapkan menjadi dasar bagi perencanaan pembangunan yang lebih berkelanjutan, termasuk penetapan prioritas sektor, alokasi anggaran, dan pemetaan potensi ekonomi daerah.

  • Pengumpulan data mencakup semua jenis aktivitas ekonomi, mulai dari usaha informal hingga korporasi besar.
  • Data yang dihasilkan akan memperlihatkan kontribusi tiap sektor terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta distribusi tenaga kerja per wilayah.
  • Informasi ini akan menjadi acuan utama dalam pembuatan kebijakan fiskal, investasi, dan program pengembangan UMKM.

BPS juga mengimbau pelaku usaha dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang jujur dan tepat waktu. Partisipasi luas dianggap krusial untuk menghasilkan statistik yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Komisi X DPR RI, yang dipimpin oleh Wakil Ketua Kurniasih Mufidayati, menyatakan dukungan penuh terhadap persiapan sensus. “Kami akan terus mendorong pemenuhan anggaran dan memastikan semua aspek teknis serta sumber daya manusia siap agar sensus dapat berjalan optimal,” kata Kurniasih.

Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 dipandang sebagai fondasi penting bagi pemerintah dalam memetakan potensi ekonomi daerah serta memperkuat struktur ekonomi nasional ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *