Keuangan.id – 19 April 2026 | Setelah sempat ditutup kembali, Selat Hormuz kembali dibuka secara terbatas untuk memungkinkan beberapa kapal melintasi jalur strategis ini. Meskipun akses masih dibatasi, sejumlah kapal, terutama tanker minyak dan kapal pengangkut gas cair (LNG), berhasil menembus selat tersebut pada pekan ini.
Kondisi keamanan di wilayah ini tetap tegang, namun otoritas maritim setempat memberikan izin khusus bagi kapal-kapal dengan muatan kritis. Berikut ini daftar singkat kapal yang berhasil melintasi Hormuz beserta jenis muatannya:
- MT Al-Masirah – tanker minyak mentah berkapasitas 250.000 DWT.
- MV Aurora – kapal LNG berkapasitas 170.000 m³.
- MT Horizon – tanker produk olahan minyak, 120.000 DWT.
- MV Pacific Star – kapal kargo kontainer yang mengangkut peralatan industri.
- MT Perseverance – tanker minyak mentah kecil, 80.000 DWT.
Keberhasilan kapal-kapal ini melewati selat memiliki implikasi penting bagi pasar energi global. Penundaan pengiriman minyak dan LNG selama penutupan kembali dapat meningkatkan volatilitas harga, sementara kelancaran sebagian aliran membantu menstabilkan pasokan.
Para analis menilai bahwa meskipun jalur masih berada di bawah pengawasan ketat, kemampuan sebagian kapal untuk melintas menunjukkan adanya upaya diplomatik dan koordinasi antara pihak berwenang di kawasan. Namun, risiko gangguan tetap tinggi, terutama jika terjadi eskalasi militer atau tindakan pembajakan di wilayah tersebut.
Pengamat energi menyarankan pelaku pasar untuk memantau perkembangan situasi di Hormuz secara real time, mengingat fluktuasi pasokan dapat memengaruhi harga minyak mentah, produk refined, serta kontrak LNG internasional.











