Sektor Perbankan Indonesia Dipastikan Kuat Hadapi Tekanan Ekonomi Global

Sektor Perbankan Indonesia Dipastikan Kuat Hadapi Tekanan Ekonomi Global
Sektor Perbankan Indonesia Dipastikan Kuat Hadapi Tekanan Ekonomi Global

Keuangan.id – 18 Mei 2026 | Ilustrasi, Gedung Kantor Pusat BRI. Kinerja intermediasi perbankan nasional yang tetap tumbuh di tengah tekanan ekonomi global menunjukkan fundamental sektor perbankan Indonesia masih cukup kuat, terutama pada kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Konsultan dan Perencana Keuangan Elvi Diana mengatakan kemampuan bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjaga pertumbuhan kredit dan profitabilitas tidak terlepas dari struktur bisnis yang kuat, dukungan negara, serta tingkat kepercayaan publik yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Data Pertumbuhan Kredit Perbankan

Sebagaimana catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit perbankan tumbuh 9,49 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp8.659,05 triliun per Maret 2026, meningkat dibanding Februari 2026 yang tumbuh 9,37 persen (yoy).

"Dominasi dana murah atau current account saving account (CASA) menjadi salah satu faktor yang menopang efisiensi biaya dana perbankan, sehingga margin bunga bersih tetap terjaga meski terdapat tekanan suku bunga global," ungkap Elvi.

Elvi mencontohkan kekuatan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI pada sektor UMKM turut menopang pertumbuhan intermediasi di tengah gejolak global. BRI mencatat pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp40,155 triliun pada kuartal I-2026 atau tumbuh 11,9 persen (yoy).

Pentingnya Diversifikasi Portofolio Kredit

Menurut Elvi, capaian tersebut menunjukkan fungsi intermediasi BRI masih berjalan sangat baik di tengah volatilitas global. Ia juga menyoroti pentingnya diversifikasi portofolio kredit dalam menjaga kualitas aset perbankan tetap terkendali.

Dengan penyebaran pembiayaan yang lebih luas, risiko konsentrasi kredit dinilai dapat diminimalkan. Transformasi digital yang dilakukan perbankan BUMN juga dinilai turut meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memperluas inklusi keuangan.

Elvi berpendapat digitalisasi memperkuat kemampuan bank menghimpun dana masyarakat dan menekan biaya operasional. Tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank anggota Himbara juga menjadi faktor yang mendukung stabilitas sistem keuangan nasional di tengah ketidakpastian global.

Elvi pun optimistis sektor perbankan nasional masih memiliki ruang pertumbuhan positif sepanjang 2026 selama stabilitas makroekonomi domestik tetap terjaga dan permintaan kredit produktif terus meningkat.

"Selama konsumsi domestik, sektor UMKM dan investasi pemerintah tetap berjalan, bank-bank BUMN seperti BRI masih berpotensi menjadi motor utama pertumbuhan intermediasi perbankan nasional," terang Elvi.

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor perbankan Indonesia telah menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan ekonomi global. Dengan fundamental yang kuat dan dukungan dari pemerintah, sektor perbankan Indonesia diprediksi akan terus tumbuh dan menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *