AS dan China Redam Lonjakan Harga Minyak, Ekspor Minyak Venezuela Capai 1 Juta Barel per Hari

AS dan China Redam Lonjakan Harga Minyak, Ekspor Minyak Venezuela Capai 1 Juta Barel per Hari
AS dan China Redam Lonjakan Harga Minyak, Ekspor Minyak Venezuela Capai 1 Juta Barel per Hari

Keuangan.id – 17 Mei 2026 | Ekspor minyak Venezuela telah mencapai 1 juta barel per hari setelah diambil alih oleh AS. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk meredam gejolak harga minyak mentah dunia yang disebabkan oleh gangguan rantai pasok dari Timur Tengah.

Pasar minyak global diperkirakan kehilangan sekitar 10 juta barel per hari (bpd) ekspor dari kawasan Teluk Persia akibat blokade Iran di Selat Hormuz. Jumlah ini setara dengan 10% konsumsi minyak dunia dan menjadi gangguan pasokan terbesar dalam sejarah modern.

AS dan China sepakat untuk memainkan peran besar dalam meredam lonjakan harga minyak. Kedua negara akan berupaya mencegah harga minyak melonjak lebih tinggi selama konflik Iran dan penutupan Selat Hormuz.

Langkah Strategis

Sebagai produsen minyak terbesar dunia, AS meningkatkan ekspor minyak sebesar 3,5 juta barel per hari selama perang Iran berlangsung. Sementara itu, China memangkas impor minyak hingga 3,6 juta barel per hari.

Langkah tersebut menutup sekitar 70% kekurangan ekspor minyak dari negara-negara Teluk Persia. Jepang, Korea Selatan, dan India juga ikut menekan impor minyak mereka hingga 3,6 juta barel per hari.

Analis Deutsche Bank, Michael Hsueh, menyatakan bahwa AS dan China memberikan bentuk penyesuaian penting untuk mengimbangi gangguan ekspor dari Teluk Persia. Hal ini mungkin mengapa harga minyak mentah Brent, patokan internasional, belum melonjak hingga US$ 120 per barel.

Cadangan Minyak Strategis

Menurut Badan Informasi Energi AS, per Desember 2025 China memiliki cadangan minyak strategis terbesar di dunia sebanyak 1,4 miliar barel. Dengan cadangan ini, China diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan energinya selama beberapa bulan dan mungkin hingga akhir tahun.

Di sisi lain, persediaan AS berada di bawah tekanan imbas lonjakan ekspor. Pada Maret, AS setuju untuk menggunakan 172 juta barel dari cadangannya sebagai respons terhadap guncangan harga minyak.

Dengan demikian, upaya AS dan China untuk meredam lonjakan harga minyak telah menunjukkan hasil yang positif. Ekspor minyak Venezuela yang mencapai 1 juta barel per hari merupakan bukti bahwa kerja sama antar negara dapat membantu mengatasi gangguan pasokan minyak dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *