Keuangan.id – 30 April 2026 | Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengalami tekanan signifikan, tercatat turun 40,78% selama tiga tahun terakhir. Penurunan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor dan menjadi sorotan utama pasar modal Indonesia.
Faktor Penyebab Penurunan
- Penurunan laba bersih yang konsisten akibat tekanan margin kredit.
- Kenaikan biaya operasional serta persaingan yang semakin ketat di sektor perbankan.
- Sentimen pasar global yang negatif, terutama terkait kebijakan moneter dan risiko geopolitik.
Data Harga Saham BBRI 3 Tahun Terakhir
| Tahun | Harga Penutupan (Rp) | Perubahan Tahunan (%) |
|---|---|---|
| 2021 | 4.800 | +5,2 |
| 2022 | 4.300 | -10,4 |
| 2023 | 3.900 | -9,3 |
| 2024 (Hingga Sep) | 3.600 | -7,7 |
Respons Hery Gunadi
Hery Gunadi, Direktur Utama BBRI, menyatakan bahwa penurunan harga saham tidak mencerminkan fundamental perusahaan yang kuat. Ia menekankan bahwa bank terus meningkatkan kualitas aset, memperkuat digitalisasi layanan, dan menargetkan pertumbuhan kredit yang berkelanjutan.
Gunadi juga menegaskan komitmen BBRI untuk meningkatkan profitabilitas melalui efisiensi biaya dan inovasi produk, serta berharap pasar akan mengoreksi penilaian negatif dalam jangka menengah.
Pandangan Analis
Beberapa analis pasar menilai bahwa meski saham BBRI berada pada level terendahnya, valuasi masih menarik bagi investor jangka panjang. Rekomendasi “Buy” tetap dipertahankan oleh sebagian besar sekuritas dengan target harga di atas Rp5.000 per saham.











