Keuangan.id – 03 Mei 2026 | Saham BBRI (Bank Rakyat Indonesia) mengalami penurunan tajam dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir. Penurunan ini dipicu oleh sentimen pasar yang negatif serta kekhawatiran mengenai kebijakan moneter.
Latar Belakang Penurunan Harga
Harga saham BBRI turun di bawah Rp5.000 per lembar, menandai titik terendah sejak 2021. Meskipun demikian, volume perdagangan tetap tinggi, menunjukkan minat beli dari investor yang menilai saham ini undervalued.
Analisis Fundamental
Fundamental perusahaan tetap kuat. BBRI mempertahankan profitabilitas tinggi dengan rasio ROE di atas 18% dan pertumbuhan laba bersih yang konsisten. Neraca menunjukkan kualitas aset yang baik, dengan tingkat NPL (Non‑Performing Loan) berada di level terendah.
| Indikator | 2023 | 2022 |
|---|---|---|
| EPS (Rp) | 1.85 | 1.72 |
| ROE (%) | 18.4 | 17.9 |
| Dividend Yield (%) | 11.2 | 10.8 |
Potensi Dividen
Dividen yang dijanjikan mencapai sekitar 11% dari harga pasar, menjadikan saham ini menarik bagi investor yang mengincar pendapatan tetap. Dengan kebijakan pembagian laba yang konsisten, BBRI dapat terus memberikan imbal hasil yang kompetitif.
Prospek Ke Depan
Jika sentimen makro membaik dan suku bunga stabil, saham BBRI berpotensi kembali naik dan menembus level resistensi sebelumnya. Investor yang mengincar nilai intrinsik dapat mempertimbangkan untuk menambah posisi pada titik harga saat ini.











